Evaluasi TKA SMP Se Kota Surakarta Berjalan Lancar, Meski Terjadi Banjir
Solo - Spektroom : Meski terjadi hujan deras dan banjir, Pelaksanaam Tes Kompetisi Akademik TKA Tingkat SMP se Kota Surakarta, yang berlangsung senin 13/04/2026 hingga Kamis 16/04/2026 dari hasil evaluasi dinyatakan berjalan lancar.
Hujan deras dan Banjir yang terjadi hari rabu 15/04/2026 di Kota Solo dan sekitarnya sempat menghambat akses siswa menuju sekolah sehingga adanya terlambat masuk sekolah, tetapi sistem aplikasi yang digunakan tetap stabil tidak terkendala .
Dikonformasi ( jumat 17/04/2026 ) Kasi SMP Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Anik Indriyani, menjelaskan hambatan utama di lapangan adanya faktor cuaca yang menyebabkan keterlambatan sejumlah siswa hingga 40 menit, tetapi pihaknya memberikan toleransi bagi siswa yang terdampak banjir untuk mengikuti tes susulan demi menjaga keadilan hasil evaluasi.
Sedang penggunaan sistem Zoom Event yang terintegrasi langsung dengan kementerian yang menjadi pengalaman baru bagi para pengawas mampu beradaptasi dengan cepat.
"Kami harapkan anak-anak dilatih melalui TKA ini untuk berkompetisi, belajar meningkatkan kompetensi, dan upgrade diri. Bagi guru, hasilnya nanti menjadi refleksi sejauh mana keberhasilan mereka mengajar, khususnya dalam bidang literasi dan numerasi," Jelas Anik Indriyani
Secara teknis, terdapat beberapa catatan evaluasi mengenai kualitas soal, di mana ditemukan beberapa butir soal yang tidak memunculkan gambar atau ketidak sinkronan antara pertanyaan dan pilihan jawaban. Namun, pihak Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) telah memberikan jaminan bahwa kendala teknis pada soal tersebut tidak akan merugikan nilai akhir siswa.
Dinas Pendidikan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas konten soal pada penyelenggaraan tahun-tahun mendatang agar lebih akurat dalam mengukur kognitif siswa.
Sementara, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Surakarta, Sri Wuryanti, memberikan apresiasi tinggi akan kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi banjir pada Rabu lalu. Termasuk Sejumlah sekolah yang melakukan penjemputan paksa menggunakan armada sekolah bagi siswa yang kendaraannya terjebak banjir agar dapat ke lokasi ujian.
Di sisi lain dari evaluasi, keputusan untuk mengambil gelombang ujian terakhir dinilai tepat karena memberikan ruang persiapan ekstra bagi siswa setelah libur panjang Idulfitri.
"Sinergi antara orang tua, pihak sekolah, dan guru itu yang kami bangun, terbukti dari banjir kemarin sudah ada langkah-langkah anti bencana. Kami mengapresiasi orang tua yang tidak mudah menyerah dan terus mengupayakan agar anaknya tetap hadir meski harus memutar mencari jalan yang tidak macet," tegas Sri Wuryanti.
Kesiapan infrastruktur pendukung seperti pasokan listrik dari PLN dan jaringan internet dari Telkom juga dinilai sangat proaktif sehingga sekolah tidak perlu lagi menyewa genset seperti tahun-tahun sebelumnya.
Dengan telah berakhirnya TKA perdana ini, para pendidik di Solo saat ini tinggal menunggu hasil pemetaan untuk dijadikan bahan evaluasi metode pembelajaran di kelas. (Dan)