Evaluator UNESCO Kunjungi Geopark Silokek, Penilaian UGGp Masuk Tahap Krusial
Sijunjung-Spektroom : Geopark Silokek di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, memasuki tahapan penting dalam proses menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp). Dua evaluator UNESCO, Nicolas Klee dari Prancis dan Prof. Jeong Yong Mun dari Korea Selatan, melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah kawasan geosite, Selasa (18/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi terhadap kelayakan Geopark Silokek untuk bergabung dalam jaringan geopark dunia yang berada di bawah UNESCO.
Dalam peninjauan lapangan, kedua evaluator melihat langsung sejumlah potensi geologi, ekologi, budaya, serta keterlibatan masyarakat yang menjadi bagian penting dalam pengembangan Geopark Silokek.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Silokek Granite Geosite. Di kawasan ini, evaluator mengamati singkapan batuan granit purba yang menjadi salah satu daya tarik geologi utama Geopark Silokek.
Selain aspek geologi, evaluasi juga menyoroti bagaimana keberadaan geopark memberikan manfaat bagi masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kunjungan ke Jembatan Sangkiamo, yang memperlihatkan keterkaitan antara bentang alam, aktivitas masyarakat, dan pengembangan ekonomi lokal.
Menurut Benny, upaya mendapatkan pengakuan UGGp tidak semata-mata ditujukan untuk memperoleh status internasional, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Geopark Silokek bukan hanya tentang mengejar pengakuan UNESCO. Yang paling penting adalah bagaimana potensi geologi, alam dan budaya yang kita miliki dapat terus dijaga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Benny.
Ia mengatakan, pemerintah daerah akan terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan kawasan geopark.
Sementara itu, Tim Evaluator UNESCO menilai proses evaluasi tidak hanya melihat keunikan geologi sebuah kawasan, tetapi juga bagaimana pengelolaannya dilakukan secara terpadu, termasuk aspek konservasi, pendidikan, pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Kunjungan lapangan menjadi kesempatan bagi evaluator untuk mencocokkan kondisi faktual di lapangan dengan dokumen dan informasi yang telah disampaikan dalam proses pengajuan Geopark Silokek sebagai calon UNESCO Global Geopark.
Bagi Sijunjung, status UGGp diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperkuat konservasi kawasan sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pengembangan pariwisata berbasis geologi, budaya dan masyarakat.
“Harapan kita, Geopark Silokek dapat memberikan manfaat yang semakin besar, bukan hanya bagi pemerintah daerah, tetapi terutama bagi masyarakat di sekitar kawasan,” ujar Benny.
Geopark Silokek sendiri merupakan kawasan yang memiliki kekayaan geologi, keanekaragaman hayati dan warisan budaya yang saling berkaitan. Karena itu, proses menuju UGGp tidak berhenti pada pengakuan internasional, melainkan menjadi tantangan untuk memastikan pengelolaan kawasan tetap konsisten dengan prinsip konservasi dan pembangunan berkelanjutan.
Hasil evaluasi tim UNESCO nantinya akan menjadi salah satu tahapan penting dalam menentukan kelanjutan proses Geopark Silokek menuju jaringan UNESCO Global Geoparks. (Ris1)