Fatherless Dapat Pengaruhi Perkembangan Anak : 25,9% anak Indonesia Tidak Miliki Figur Ayah

Fatherless Dapat Pengaruhi  Perkembangan Anak : 25,9% anak Indonesia Tidak Miliki Figur Ayah
Mendukbangga Wihaji (Foto Capture Zoom Meet Kemendukbangga).

Spektroom - Fatherless adalah kondisi ketika seorang anak tumbuh tanpa kehadiran figur ayah dalam hidupnya.

Ketidakhadiran ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kematian, perceraian, perpisahan, atau ayah yang secara fisik hadir tetapi tidak terlibat secara emosional dalam kehidupan anak.

Hal itu disampaikan Menteri Kependudukan dan Pengembangan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala (BKKBN) Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd pada virtual Implementasi Menu GATI - NGOPI Nasional (Ngobrol Perkara GATI) Ayah Bareng Anak, melalui Zoom Meet, Jum'at (14/11/2025).

audio-thumbnail
Voice Warjiyo Fatherless
0:00
/27.19

Menurut Wihaji, kondisi fatherless dapat memengaruhi berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari emosional, sosial, hingga kognitif.

"Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai dampak fatherless sangat penting untuk memberikan dukungan yang tepat bagi anak-anak yang mengalaminya"

Meskipun fatherless dapat menimbulkan tantangan, ada berbagai cara untuk membantu anak-anak mengatasi dampaknya dan tumbuh menjadi individu yang sehat dan bahagia.

Untuk membantu anak mengatasi dampak dan tumbuh kembangnya, keluarga bisa menjalin komunikasi terbuka, mendorong anak untuk berbicara tentang perasaan mereka dan berikan dukungan emosional.

"Atau cari figur pengganti, dengan melibatkan anggota keluarga lain, guru, atau mentor yang dapat memberikan contoh peran positif sebagai figur ayah" terang Wihaji lagi.

Disamping itu, Wihaji juga mengatan, untuk fokus pada kekuatan anak, membantu anak mengembangkan bakat dan minat mereka untuk meningkatkan harga diri.

"Dan terakhir menjaga rutinitas, pertahankan rutinitas harian yang stabil untuk memberikan rasa aman dan prediktabilitas" tutup dia.

Untuk diketahui berdasarkan Pendataan Keluarga tahun 2025 (PK-25), sebanyak 25,9 % anak Indonesia tidak memiliki figur ayah. BPS juga mengungkap hanya 37,17% anak usia 0-5 tahun yang diasuh bersama kedua orang tuanya.

Peran ayah dalam keluarga bukan hanya sebagai pencari nafkah, tapi juga sebagai pendamping, pelindung, dan teladan bagi anak-anak kita.

GATI hadir untuk mengajak para ayah di seluruh Indonesia untuk lebih aktif terlibat dalam pengasuhan dan berbagi tugas rumah tangga.(@Ng).

Berita terkait

Kejurprov Tinju Amatir Elite Se Riau Digelar di Bangkinang Kab Kampar, Jadi Ajang Seleksi PON Beladiri

Kejurprov Tinju Amatir Elite Se Riau Digelar di Bangkinang Kab Kampar, Jadi Ajang Seleksi PON Beladiri

Pekanbaru-Spektroom : Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Provinsi Riau akan menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tinju Amatir Elite 2026 di Bangkinang, Kabupaten Kampar, pada 3–7 September 2026. Kejuaraan tersebut menjadi ajang seleksi atlet yang akan memperkuat kontingen Riau pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri di Manado, Sulawesi Utara, Oktober mendatang. Ketua

Salman Nurmin, Julianto
ссс