Festival Antasari 2026 Resmi Dimulai, Bank Indonesia Dorong Perluasan Digitalisasi di Kalimantan Selatan

Festival Antasari 2026 Resmi Dimulai, Bank Indonesia Dorong Perluasan Digitalisasi di Kalimantan Selatan
Kegiatan Festival Antasari 2026 resmi dimulai di Kalimantan Selatan.(Foto Humas BI Kalsel)

Junaidi, Agung Yunianto

Kegiatan Festival Antasari 2026 resmi dimulai di Kalimantan Selatan.(Foto Humas BI Kalsel)

Spektroom — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersama dengan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Dinansyah, S.Sos., MM, secara resmi melakukan Kick-Off Festival ANTASARI 2026 sebagai wujud komitmen Bank Indonesia dalam memperluas akseptasi pembayaran digital serta memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Jajaran Pimpinan Instansi Vertikal, Pemerintah Daerah se Kalimantan Selatan, Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), serta Mitra Strategis Terkait.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Fadjar Majardi menegaskan, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Dikatakan, transformasi digital telah mengubah cara Masyarakat bertransaksi sekaligus mendorong efisiensi ekonomi.

Sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, Bank Indonesia terus memperkuat sistem pembayaran yang terintegrasi, interoperable, dan saling terhubung untuk menjawab dinamika ekonomi yang semakin cepat.

Di Kalimantan Selatan, komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi erat antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, PJP, dan Mitra Strategis dalam mendorong perluasan akseptasi QRIS.

Sinergi ini menjadi kunci percepatan ekonomi digital yang inklusif, merata, dan berdampak nyata bagi Masyarakat Banua.

Capaian digitalisasi Daerah menunjukkan hasil yang solid. Berdasarkan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Tahun 2025, seluruh Pemerintah Daerah di Kalimantan Selatan telah berada pada kategori Pemda Digital. Prestasi ini diperkuat dengan raihan Kabupaten Tanah Laut sebagai TP2DD Terbaik Tingkat Kabupaten Wilayah Kalimantan pada Championship TP2DD 2025.

Dari sisi transaksi ritel, hingga November 2025 tercatat sekitar 524 ribu merchant QRIS dengan jumlah pengguna mencapai sekitar 790 ribu orang. Sepanjang Januari–November 2025, volume transaksi QRIS di Kalimantan Selatan menembus sekitar 59 juta transaksi, mencerminkan semakin tingginya kepercayaan Masyarakat terhadap pembayaran non-tunai.

Festival ANTASARI 2026 yang merupakan penyelenggaraan ke 6 sejak tahun 2021 berlangsung sepanjang Januari hingga Desember 2026. Festival ini dirancang sebagai satu rangkaian kegiatan yang utuh dan berkesinambungan, bukan kegiatan yang berdiri sendiri, dengan melibatkan seluruh Pemangku Kepentingan secara konsisten sepanjang tahun.

Rangkaian kegiatannya mencakup kompetisi bagi PJP dan TP2DD, Banua QRIStival yang memadukan edukasi, promosi, dan hiburan, QRIS Jelajah Indonesia, serta Pekan QRIS Nasional yang diselenggarakan bertepatan dengan HUT RI.

Seluruh rangkaian Festival ANTASARI 2026 akan ditutup pada akhir tahun dengan pemberian apresiasi sebagai bentuk pengakuan atas proses, kolaborasi, dan kontribusi seluruh Pihak
dalam mendorong transformasi perekonomian Kalimantan Selatan yang semakin berdaya tahan, berdaya saing, dan semakin digital.

Bank Indonesia menegaskan, akselerasi pembayaran digital akan terus berjalan beriringan dengan penguatan sistem pembayaran tunai.

Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, Bank Indonesia memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, layak edar, dan tepat waktu melalui program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 yang dilaksanakan pada Februari 2026.

Melalui Festival ANTASARI 2026, Bank Indonesia mendorong sinergi berkelanjutan untuk memperkuat literasi digital, inklusi keuangan, serta daya saing ekonomi Kalimantan Selatan. Festival ini diharapkan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi digital Banua yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan.*****

Berita terkait

Rembang Terapkan Metode PM-AAS, Produktivitas Padi Berpotensi Naik Jadi 10 Ton per Hektare

Rembang Terapkan Metode PM-AAS, Produktivitas Padi Berpotensi Naik Jadi 10 Ton per Hektare

Rembang-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Rembang mendukung akselerasi Gerakan Tanam Padi Bersama se-Jawa Tengah melalui penerapan metode Pertanian Modern Advanced AgricuSSltural System (PM-AAS). Metode tersebut diharapkan mampu meningkatkan populasi tanaman sekaligus mendorong produktivitas padi. Penerapan PM-AAS dilakukan di lahan pertanian Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Selasa (15/9/2026). Wakil Bupati Rembang H.

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno
Menko Polkam Turun ke Kalbar, Kapolda dan Forkopimda Perkuat Strategi Hadapi Karhutla

Menko Polkam Turun ke Kalbar, Kapolda dan Forkopimda Perkuat Strategi Hadapi Karhutla

Pontianak - Spektroom : Pemerintah pusat memperkuat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan dan penanggulangan karhutla di

Apolonius Welly, Buang Supeno
UMJ Luncurkan I-CHIP, Dorong Kebijakan Kesehatan Berbasis Riset

UMJ Luncurkan I-CHIP, Dorong Kebijakan Kesehatan Berbasis Riset

Jakarta — Spektroom : Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) meluncurkan Institute for Community Health and Innovation Policy (I-CHIP) melalui Seminar Nasional bertema “Kedaulatan Kesehatan: Akselerasi Transdisiplin Menuju Kebijakan yang Berbasis dan Berkeadilan” di Gedung Cendekia UMJ, Selasa (15/9/2026). Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat menjadi salah

Irvan Idris Saleh, Buang Supeno
ссс