Trending

Festival Tanah Seribu, Upaya Menghidupkan Jejak Sejarah Awal Berdirinya Pontianak

Festival Tanah Seribu, Upaya Menghidupkan Jejak Sejarah Awal Berdirinya Pontianak
Tanjidor menghiasi penampilan pembukaan festival tanah seribu Pontianak.(Foto: Diskominfo kota Pontianak).

Pontianak - Spektroom : Pemerintah Kota Pontianak mendorong kawasan Tanah Seribu atau Duizend Vierkante Paal menjadi ikon budaya dan sejarah yang merepresentasikan perjalanan panjang lahirnya Kota Pontianak.

Kawasan yang memiliki keterkaitan erat dengan Kesultanan Pontianak dan pemerintahan kolonial itu dinilai menyimpan warisan penting yang masih relevan untuk dikenalkan kepada generasi masa kini.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan, sejarah berdirinya Kota Pontianak pada 1771 tidak dapat dilepaskan dari keberadaan Tanah Seribu yang menjadi bagian dari dinamika sosial, politik, ekonomi, dan budaya di masa lalu.

“Tanah Seribu merupakan salah satu lembaran penting yang memaknai dinamika sejarah cikal bakal berdirinya Kota Pontianak,” kata Edi saat membuka Festival Budaya Khatulistiwa Kawasan Tanah Seribu di Taman Alun Kapuas, Minggu (26/07/2026).

Menurut Edi, kesepakatan yang pernah terjalin antara Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie dan VOC pada masanya membentuk karakter kawasan yang berbeda di Pontianak.

Di sekitar Istana Kadriah berkembang permukiman dengan arsitektur tradisional Melayu berbahan kayu yang mengusung konsep rumah panggung. Sementara kawasan di sisi selatan istana tumbuh sebagai pusat administrasi kolonial dengan bangunan bergaya Eropa.

Perpaduan dua corak tersebut masih dapat ditemukan hingga sekarang melalui sejumlah bangunan bersejarah yang tersebar di kota ini.

Beberapa di antaranya adalah Istana Kadriah, Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman, Kantor Pos Pontianak, SD Negeri 14, hingga Rumah Sakit Jiwa yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya di berbagai tingkatan.

“Bangunan-bangunan tersebut bukan bangunan biasa.
Di dalamnya tersimpan jejak sejarah perkembangan Kota Pontianak sehingga layak disebut sebagai museum hidup,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya pelestarian, Pemkot Pontianak berencana merevitalisasi SD Negeri 14 menjadi museum fungsional.

Museum itu nantinya akan menjadi pusat penyimpanan artefak, dokumentasi sejarah, serta warisan budaya benda dan takbenda yang berkaitan dengan perjalanan Kota Pontianak.

Langkah tersebut juga diiringi ajakan kepada masyarakat, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha untuk terlibat dalam pelestarian sejarah.

Warga yang memiliki koleksi benda bersejarah diharapkan dapat menitipkan atau menyerahkannya kepada museum agar dapat diakses publik dan menjadi sumber pembelajaran bersama.

Selain fokus pada bangunan bersejarah, pemerintah juga menyiapkan pengembangan kawasan budaya seperti Pasar Tengah, Kampung Beting, dan tepian Sungai Kapuas.

Penataan kawasan dilakukan dengan tetap mempertahankan identitas lokal sebagai bagian dari daya tarik wisata budaya.

Festival Budaya Khatulistiwa yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 menjadi simbol upaya menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat terhadap sejarah kota.

Di tengah modernisasi yang terus berkembang, Tanah Seribu diharapkan tidak hanya menjadi penanda masa lalu, tetapi juga menjadi ruang budaya yang memperkuat identitas Pontianak sebagai kota warisan sejarah di tepian Sungai Kapuas.

Berita terkait

Minyak Jelantah Jadi Peluang Usaha, Empat Koperasi di Banyumas Jadi Percontohan

Minyak Jelantah Jadi Peluang Usaha, Empat Koperasi di Banyumas Jadi Percontohan

Banyumas-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Banyumas mendukung program percontohan (piloting) pengumpulan minyak jelantah melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program ini diharapkan mampu mengubah limbah rumah tangga dan usaha kuliner menjadi sumber ekonomi baru sekaligus mendukung pengembangan energi ramah lingkungan. Program kerja sama Kementerian Koperasi dengan PT Pertamina (Persero) tersebut

Bian Pamungkas
Raih Penghargaan 2026, Perpustakaan UNEJ Posisi Kedua Nasional Program Literasi

Raih Penghargaan 2026, Perpustakaan UNEJ Posisi Kedua Nasional Program Literasi

Jember-Spektroom : Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Jember (UNEJ) mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Terbaik 2 Best Information Literacy Program Award dalam ajang FKP2TN Award 2026. Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) dan Seminar Nasional Forum Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN)

Julianto
PWI Pasaman Barat Kembali Definitif, Bupati Yulianto Tekankan Independensi Pers

PWI Pasaman Barat Kembali Definitif, Bupati Yulianto Tekankan Independensi Pers

Pasaman Barat-Spektroom : Bupati Pasaman Barat Yulianto mengajak insan pers memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menyampaikan informasi yang akurat serta berimbang. Ia menegaskan, kemitraan tersebut harus tetap menjunjung tinggi independensi dan profesionalisme jurnalistik. Hal itu disampaikan Yulianto saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan

Rafles