FIAD : Indonesia Kini dan Esok

FIAD : Indonesia Kini dan Esok
Pembacaan Manifesto Pendirian Intelektual 13 Agustus 2026 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Foto copyright: CommsLab

Jakarta - Spektroom : Forum Intelektual Antar Disiplin ("FIAD") menilai demonstrasi warga Agustus 2026, termasuk mahasiswa, sebagai sikap, pandangan dan kegelisahan rakyat yang berkembang luas. Ekspresi mereka bagian kepedulian bersama atas krisis yang merugikan kepentingan rakyat akibat berbagai kebijakan ekonomi dan politik yang bermasalah, termasuk praktik korupsi, Kolusi, dan nepotisme.

FIAD memahami keresahan mahasiswa maupun masyarakat lain atas berbagai
persoalan saat ini. Keresahan yang sama juga dimiliki oleh FIAD, seperti tercermin
dalam manifesto kami pada 13 Agustus 2026. Manifesto itu lahir dari keprihatinan yang tulus atas kondisi kehidupan sosial ekonomi rakyat maupun kehidupan sosial politik keseluruhan. Ini bukti kegelisahan yang dirasakan lintas kalangan.

Siaran Pers yang diterima Spektroom, Selasa (18/08/2026), FIAD menyatakan dukungan penuh atas peran mahasiswa sebagai bagian dari kontrol sosial dan penyeimbang jalannya kekuasaan. Mereka juga merupakan kaum intelektual yang terus memikirkan nasib rakyat dan menyuarakannya secara kritis dan terbuka. Sejarah mencatat peranan mahasiswa sebagai kekuatan moral dan intelektual menjaga nilai-nilai kebenaran dan keadilan universal. FIAD memandang peran itu relevan dan penting untuk dijaga hari ini.

FIAD meminta pihak berwajib bersikap persuasif, tidak menghambat mahasiswa dan masyarakat lain dalam menyuarakan pendapatnya, termasuk unjuk rasa damai. Kebebasan berpendapat, berekspresi, dan berkumpul secara damai lewat unjuk rasa adalah hak yang dijamin oleh konstitusi. FIAD meminta aparat menghormati hak itu, dengan tidak bersikap represif atau restriktif atas ruang gerak warga yang bersuara. FIAD menolak pengerahan TNI dan Komponen Cadangan (Komcad) seperti terjadi pada demonstrasi mahasiswa, Juni 2026.

FIAD juga meminta agar seluruh kampus ikut mendukung peranan mahasiswa serta tidak menghambat kebebasan mahasiswa dan masyarakat lain dalam menyuarakan pendapat, termasuk melalui demonstrasi. Kampus sebagai ruang akademik dan intelektual sudah semestinya mendukung dan memfasilitasi mahasiswa berpikir kritis. Fungsi pendidikan tinggi melahirkan generasi yang peduli dan bertanggung jawab kini tengah diuji.

FIAD berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog dan kerja sama dengan
komponen rakyat, termasuk mahasiswa serta masyarakat lainnya dalam ikhtiar bersama merumuskan gagasan dan jalan keluar dari krisis berkepanjangan di tanah air tercinta.

FIAD adalah Forum Intelektual Antardisiplin yang merupakan kumpulan intelektual dari berbagai latar belakang disiplin ilmu dan profesi, yang secara terus menerus melakukan kajian kritis atas berbagai macam persoalan bangsa karena memiliki keresahan dan kepedulian yang sama. FIAD bertujuan untuk memperjuangkan Indonesia yang adil, demokratis, berdaulat, dan berkelanjutan, yang gagal diwujudkan oleh pemerintah saat ini.

Berita terkait

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Sleman-Spektroom : Rivalitas antar pendukung sepak bola di Yogyakarta diharapkan tetap berada dalam koridor sportivitas. Menjelang kompetisi BRI Super League 2026/2027, Polda DIY bersama pemerintah daerah, manajemen klub, dan kelompok suporter menyepakati komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan kondusivitas. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang difasilitasi Polda DIY

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Jakarta-Spektroom: Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong pemerintah pusat dan Komisi II DPR RI untuk segera menyelesaikan penataan aset perkebunan pala di Kepulauan Banda serta melakukan rekonstruksi ulang tata batas Taman Nasional Manusela. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi II, Senayan, Jakarta,

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Jakarta – Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai bagian dari target pembangunan infrastruktur baru bidang Sumber Daya Air tahun 2025–2029. Bendungan Pelosika diproyeksikan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Jatigede, sekaligus menjadi bendungan terbesar di Sultra.

Nurana Diah Dhayanti