Forum Koordinasi Penguatan dan Penggerakan Sistem Tata Kelola ALOKON Perkuat Tata Kelola ALOKON di Halmahera Barat

Forum Koordinasi Penguatan dan Penggerakan Sistem Tata Kelola ALOKON Perkuat Tata Kelola ALOKON di Halmahera Barat
Kemendukbangga/BKKBN Maluku Utara laksanakan Forum Koordinasi Penguatan dan Penggerakan Sistem Tata Kelola ALOKON Perkuat Tata Kelola ALOKON di Halmahera Barat.(Foto: BKKBN Malut)

Jailolo–Spektroom : Sebagai tindak lanjut Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Penguatan Pencatatan dan Pelaporan Pelayanan Kontrasepsi dan respons atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Maluku Utara memperkuat tata kelola Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon).

Penguatan tersebut dilakukan melalui Forum Koordinasi Penguatan dan Penggerakan Sistem Tata Kelola untuk Memastikan Ketersediaan Alokon yang digelar bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan, dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat di Jailolo, Rabu (16/9/2026).

Forum dihadiri jajaran Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Maluku Utara, BPOM Maluku Utara di Sofifi, Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Barat, serta para pengelola program dan pengelola gudang Alokon di tingkat kabupaten dan fasilitas kesehatan.

Plt. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku Utara, Ansar Djainahu, S.Sos., menegaskan bahwa tata kelola Alokon yang akuntabel merupakan kunci mewujudkan pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang berkualitas, merata, dan berpihak kepada masyarakat.

“Kesetaraan kesehatan adalah unsur utama pembangunan. Masyarakat yang sehat adalah fondasi daerah yang kuat. Karena itu, kita harus bersinergi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan kesehatan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat,” ujar Ansar.

Ia menjelaskan, forum ini merupakan langkah konkret menjawab persoalan yang masih ditemukan di lapangan berdasarkan hasil audit BPK.

“Ini adalah tindak lanjut langsung atas temuan BPK. Di lapangan masih ditemukan Alokon kedaluwarsa, distribusi yang tidak merata, serta pencatatan dan pelaporan yang belum tertib. Bahkan masih terdapat perbedaan data pada aplikasi SIRIKA antara pusat dan daerah, yang berdampak pada ketidaksesuaian data stok, distribusi, dan penggunaan di fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Perwakilan BKKBN Maluku Utara, Wahyudi, S.E., M.Si., mengatakan forum ini bertujuan memperkuat komitmen dan koordinasi lintas sektor di tingkat daerah.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari penyiapan bahan pembinaan dan pendampingan serta finalisasi instrumen diskusi partisipatif tata kelola Alokon di tingkat kabupaten dan faskes. Pengelolaan Alokon harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan kebutuhan, penyediaan, penyimpanan, distribusi, penggunaan dalam pelayanan kontrasepsi, hingga pencatatan dan pelaporan,” ujar Wahyudi.

Komitmen penguatan mutu dan keamanan Alokon juga disampaikan Kepala BPOM. diwakili apt. Inganatus Solihah, S.Farm. dan Sakinah, S.Farm., Apt., dalam paparan mengenai Kebijakan Pengawasan Mutu, Keamanan, dan Distribusi Alokon yang mengacu pada Asta Cita dan Kebijakan Presiden, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas petugas.

“Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman petugas di lapangan. Jaminan mutu dan keamanan obat telah dibangun sistemnya dari hulu ke hilir. BPOM berkomitmen penuh untuk mengawal dan mengawasi implementasinya di setiap tahapan, demi menjamin ketersediaan, keamanan, mutu, dan ketertelusuran Alokon,” kata Sakinah.

Dari unsur Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Barat melalui Apt. Arensi Belo memaparkan materi Tata Kelola Perbekalan Farmasi Alokon.

“Tujuannya adalah memastikan ketersediaan Alokon dalam jumlah yang memadai, aman, berkualitas, dan terjangkau oleh masyarakat, serta memastikan tenaga pengelola perbekalan kesehatan yang terlatih untuk menjaga kualitas dan ketersediaan Alokon,” ujar Arensi.

Sebagai langkah berkelanjutan, BPOM Maluku Utara di Sofifi bersama Loka POM di Kabupaten Pulau Morotai berkomitmen memberikan pendampingan dan pembinaan intensif dalam pengajuan Sertifikasi Pemenuhan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) untuk gudang penyimpanan Alokon, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Maluku Utara.

Berita terkait

Polres Bengkalis Musnahkan 68,6 Kg Sabu Bernilai Rp68 Miliar

Polres Bengkalis Musnahkan 68,6 Kg Sabu Bernilai Rp68 Miliar

Bengkalis-Spektroom : Polres Bengkalis melaksanakan konferensi pers sekaligus pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus oleh Satresnarkoba Polres Bengkalis dan Polsek Bantan yang diduga merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, (16/9/2026), bertempat di Aula Tantya Sudhirajati Polres Bengkalis, dan dipimpin Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian

Salman Nurmin, Rafles
UMI Makassar dan DEN RI Laksanakan Diskusi dan Dialog tentang Kebijakan Energi Nasional

UMI Makassar dan DEN RI Laksanakan Diskusi dan Dialog tentang Kebijakan Energi Nasional

Makasar-Spektroom : Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar bersama Dewan Energi Nasional (DEN) Republik Indonesia melaksanakan Diskusi dan Dialog tentang Kebijakan Energi Nasional di Kampus Pascasarjana Urip Sumoharjo, Rabu (16/9/2026). Diskusi dan Dialog diikuti Dosen dan Mahasiswa UMI Makassar berlangsung dengan thema "Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Ketahanan dan

Yahya Patta, Rafles
Bupati Bengkalis Berikan Semangat Langsung Atas Penampilan Tim Tuan Rumah Polbeng di Ajang KKI 2026

Bupati Bengkalis Berikan Semangat Langsung Atas Penampilan Tim Tuan Rumah Polbeng di Ajang KKI 2026

Bengkalis-Spektroom : Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni memberikan semangat dan motivasi kepada tim Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) yang mengikuti Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026, Rabu (16/9/2026), bertempat di Waduk PDAM Kota Bengkalis. Menariknya, Bupati kemudian berkesempatan mencoba secara langsung speedboat karya mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis. Dengan penuh antusias, Kasmarni mengoperasikan

Salman Nurmin, Rafles
Festival Pangan Lokal Pulau Kelapa, Merawat Warisan Kuliner Sekaligus Membuka Peluang Ekonomi

Festival Pangan Lokal Pulau Kelapa, Merawat Warisan Kuliner Sekaligus Membuka Peluang Ekonomi

Jakarta-Spektroom : Aroma aneka pangan olahan dan jajanan tradisional mewarnai Lapangan Sepak Bola Pulau Kelapa, Kelurahan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Rabu (16/9/2026). Di tempat itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Komunitas Orang Pulo menggelar Festival Pangan Lokal. Kegiatan tersebut tidak sekadar menghadirkan beragam makanan,

Irvan Idris Saleh, Rafles