FPIK Unsoed Mulai Bangun Gedung Dekanat Baru, Dukung Pengembangan Prodi dan Riset Kelautan

FPIK Unsoed Mulai Bangun Gedung Dekanat Baru, Dukung Pengembangan Prodi dan Riset Kelautan
Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, bersama Dekan FPIK dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), melakukan peletakan batu pertama membangun Gedung Dekanat FPIK. (Foto ; Humas Unsoed).

Purwokerto-Spektroom: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mulai membangun Gedung Dekanat baru sebagai bagian dari upaya memperkuat infrastruktur akademik dan mendukung pengembangan kelembagaan fakultas.

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, bersama Dekan FPIK dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Rabu (3/6/2026).

Proyek pembangunan yang ditargetkan selesai dalam waktu 150 hari kalender tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan FPIK.

Dekan FPIK Unsoed, Endang Hilmi, mengatakan gedung baru akan dilengkapi 10 ruang kelas, ruang seminar, serta ruang diskusi yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan akademik maupun kerja sama dengan mitra strategis.

Menurutnya, kebutuhan akan fasilitas baru semakin mendesak seiring perkembangan fakultas yang terus menunjukkan peningkatan prestasi akademik. Jika pada 2022 FPIK hanya memiliki satu program studi berakreditasi unggul, maka pada 2026 jumlahnya telah meningkat menjadi empat program studi, sementara satu program studi lainnya sedang dalam proses memperoleh status serupa.

“Perkembangan tersebut harus diimbangi dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai agar kualitas pendidikan dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Selain memperkuat program yang sudah ada, FPIK juga tengah mempersiapkan pembukaan dua program studi sarjana baru pada 2027, yakni Oseanografi dan Teknologi Hasil Perikanan.

Fakultas tersebut juga merencanakan pembukaan program doktor untuk menjawab kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di bidang perikanan dan kelautan.

Endang menambahkan, penguatan fasilitas fisik menjadi bagian dari strategi pengembangan fakultas yang sejalan dengan perluasan kerja sama dengan berbagai lembaga nasional maupun internasional, seperti SEAMEO BIOTROP dan Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Sementara itu, Rektor Unsoed menilai pembangunan gedung baru merupakan hasil komitmen jangka panjang fakultas dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih representatif.

Ia berharap fasilitas tersebut dapat menjadi pendorong lahirnya inovasi dan riset yang berdampak bagi pembangunan sektor perikanan dan kelautan.

Rektor juga menekankan pentingnya pelaksanaan proyek secara profesional dengan memperhatikan tiga aspek utama, yakni ketepatan mutu, ketepatan waktu, dan ketepatan administrasi.

“Bangunan harus memiliki kualitas sesuai standar, selesai tepat jadwal, dan seluruh proses administrasi berjalan tertib,” tegasnya.

Dengan pembangunan Gedung Dekanat baru ini, FPIK Unsoed diharapkan semakin siap memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus mendukung visi Unsoed sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Berita terkait

Pemko Tanjungpinang dan KKP Matangkan Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Kampung Bugis

Pemko Tanjungpinang dan KKP Matangkan Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Kampung Bugis

Tanjungpinang - Sepektroom : Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menerima kunjungan Tim Survei Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia di Ruang Rapat Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kamis (18/6/2026). Kunjungan ini membahas rencana penetapan kawasan Kampung Bugis sebagai lokasi Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Mewakili Wali Kota Tanjungpinang, Sekretaris

Desmawati