Ketua MPR: Keberadaan Pondok Pesantren Punya Arti Strategis, Terutama Bagi Daerah Perbatasan Seperti Batam
Batam-Spektroom : Pondok Pesantren Nur Iman di Pulau Kasu, Kecamatan Belakang Padang Batam, diresmikan penggunaannya oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani ditandai dengan penandatangan prasasti dan penanaman pohon Kurma.
Persemian tersebut di hadiri sejumlah pejabat penting, termasuk Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) dan Habib Syeckh bin Abdul Qidir Assegaf tokoh pendiri Majelis Ahbaabul Musthofa.
Ketua MPR Ahmad Muzani mengungkapkan berdirinya Pondok Pesantren Nur Iman berawal dari sebuah percakapan sederhana saat dirinya berkunjung ke Pulau Kasu sekitar sepuluh tahun silam bersama Iman Sutiawan.
“Sepuluh tahun lalu saya datang ke sini masih kosong. Saya bilang kepada Pak Iman, dari tempat yang tinggi ini sebaiknya dibangun pondok pesantren supaya dari kejauhan sudah terlihat,” kenangnya, Minggu (2/8/2026).
Muzani menilai keberadaan pondok pesantren memiliki arti strategis, terutama bagi daerah perbatasan seperti Batam. Selain menjadi pusat pendidikan agama, pesantren juga dinilai berperan menjaga keutuhan bangsa.
“Pesantren adalah pagar pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Menurutnya, pesantren merupakan tempat membentuk karakter, akhlak, dan keilmuan sehingga melahirkan generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Ia juga mengingatkan pentingnya mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT serta menjauhi sifat iri dan dengki terhadap sesama.
“Titipkan anak-anak kita di pondok pesantren agar menjadi anak yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara. Syukuri apa yang Allah berikan, jangan iri dan dengki kepada orang lain,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengemukakan, kehadiran pondok pesantren dapat menjadi pusat pendidikan Islam yang mampu mencetak generasi berilmu, beriman, berakhlak mulia, sekaligus berdaya saing di tengah perkembangan zaman.
Wagub menyampaikan peresmian Pondok Pesantren Nur Iman merupakan momentum penting dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Kepulauan Riau.
Menurutnya, tantangan global yang semakin kompleks menuntut hadirnya lembaga pendidikan yang tidak hanya membekali generasi muda dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga memperkuat karakter dan nilai-nilai keagamaan.
"Pondok pesantren telah terbukti menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan bangsa. Dari pesantren lahir para ulama, pemimpin, dan tokoh masyarakat yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan daerah maupun negara. Kehadiran Pondok Pesantren Nur Iman diharapkan menjadi cahaya penerang bagi masyarakat sekaligus tempat lahirnya generasi penerus yang unggul," ujarnya.
Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan yang juga menjadi Dewan Pembina Ponpes Nur Iman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan pesantren tersebut.
“Kami berharap mendapat tunjuk ajar dalam mengelola pondok pesantren ini sehingga dapat berkembang dengan baik dan memberikan manfaat yang luas,” katanya.
Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada empat tokoh masyarakat Pulau Kasu yang telah menghibahkan tanah mereka sehingga pembangunan Ponpes Nur Iman dapat terlaksana.