Gakoptindo Perlu Perkuat Rantai Pasok Tempe dan Tahu

Gakoptindo Perlu Perkuat Rantai Pasok Tempe dan Tahu
Wamenkop saat sambutannya pada Rapat Anggota Tahunan Gakoptindo di Salatiga ( Humas Kemenkop)

Salatiga — Spektroom : Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyatakan pangsa pasar di dalam negeri untuk produk tempe dan tahu sangat besar. Hampir semua kalangan mengkonsumsi tempe dan tahu sebagai sumber protein nabati termurah. Oleh sebab itu para perajin tempe dan tahu yang tergabung di dalam Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) tidak perlu khawatir produknya tidak terserap pasar, namun yang perlu ditingkatkan adalah perbaikan rantai pasoknya.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menjelaskan bahwa Gakoptindo sebagai wadah besar para perajin tempe dan tahu perlu dioptimalkan keberadaannya sebagai tempat untuk saling bertukar ide, gagasan dan pengetahuan agar produksi tempe dan tahu dapat lebih berkualitas. Di sisi lain juga Gakoptindo harus berperan sebagai fasilitator dari anggotanya ketika menghadapi persoalan dalam berproduksi terutama terkait dengan ketersediaan bahan baku kedelai.

"Karena ketergantungan bahan baku dari impor sangat tinggi, maka Gakoptindo beserta dengan seluruh stakeholder lainnya perlu untuk menata rantai pasok bahan baku agar saat terjadi gejolak ekonomi tidak ada anggota yang tidak mendapatkan bahan bakunya," kata Wamenkop Farida dalam sambutannya pada Rapat Anggota Tahunan Gakoptindo di Salatiga, Selasa (21/7/2026)

Wamenkop Farida menjelaskan bahwa permasalahan bahan baku kedelai yang masih tergantung dari impor akan menjadi perhatian pemerintah. "Pemerintah Pusat terus berupaya untuk memberikan kemudahan-kemudahan dengan memberikan fasilitas yang mampu kami berikan untuk menggerakkan ekonomi di tingkat bawah dan pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Wamenkop menekankan bahwa insentif yang akan diberikan pemerintah untuk menyelesaikan polemik dan permasalahan pengadaan bahan baku tempe dan tahu adalah terkait dengan pentingnya memperkuat kelembagaan Gakoptindo. Kelembagaan harus dijalankan secara profesional dan tata kelola koperasinya bisa berjalan dengan prinsip GCG sehingga insentif dapat tepat sasaran.

Wamenkop bersama pengurus Gakoptindo ( Humas Kemenkop)

"Ketika konsolidasinya kuat dan anggotanya banyak, manfaat dari insentif yang diberikan pemerintah maupun yang lainnya akan terdelivery dengan baik dan penyaluran insentif ini juga akan maksimal," kata Wamenkop.

Wamenkop Farida juga mendorong agar koperasi-koperasi di Indonesia termasuk Gakoptindo untuk terus melakukan transformasi usaha dengan memberikan perhatian penuh terhadap generasi muda, milenial dan Gen Z. Dengan merangkul para generasi muda eksistensi koperasi akan terus tumbuh di tengah disrupsi teknologi yang saat ini semakin besar.

"Faktanya sekarang generasi muda tidak tahu koperasi, atas masalah itu oleh Gakoptindo harus semakin menunjukkan ke ruang publik," katanya.

Wamenkop Farida mengapresiasi konsistensi Gakoptindo dalam memperkuat peran koperasi produsen tempe dan tahu sebagai bagian penting ekonomi rakyat. Ia berharap Gakoptindo semakin memperkuat perannya sebagai wadah pemersatu koperasi produsen tempe dan tahu di seluruh Indonesia.

Berita terkait

Kementerian PU Dukung Infrastruktur Kawasan Industri Mobil Nasional di Subang

Kementerian PU Dukung Infrastruktur Kawasan Industri Mobil Nasional di Subang

Subang – Spektroom - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmennya untuk mendukung infrastruktur di kawasan industri kendaraan nasional Kabupaten Subang, Jawa Barat, melalui pembangunan exit tol yang menghubungkan Kawasan Instalasi Strategis Nasional produksi Mobil dan Motor Listrik Nasional yang akan dikembangkan oleh PT Pindad (Persero). Hal ini disampaikan Menteri PU, Dody

Nurana Diah Dhayanti
Dinsos Depok Perkuat SLRT, 126 Petugas Digenjot Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Dinsos Depok Perkuat SLRT, 126 Petugas Digenjot Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Depok –Spektroom: Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok memperkuat sistem pelayanan sosial melalui Rapat Kerja Petugas Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) benar-benar tepat sasaran. Rapat kerja yang berlangsung di Lantai 10 Gedung Baleka

Wismo Basuki, Buang Supeno