Galeri Seni Eko YESS Gelar Pameran Tambun Bungai, Dorong Lahirnya Museum Seni di Kalimantan Tengah

Galeri Seni Eko YESS Gelar Pameran Tambun Bungai, Dorong Lahirnya Museum Seni di Kalimantan Tengah
Kabid. Pengembangan Pemasaran Pariwisata Disparbud Kalteng Agung Catur Prabowo usai membuka Pameran Tambun Bungai dengan melukis pada kanvas didampingi Eko YESS dilanjutkan para undangan dan hadirin. (Foto: Polin/Spektroom)

Palangka Raya-Spektroom : Pameran Tambun Bungai, Seni Rupa Kalimantan Tengah resmi dibuka di Galeri Seni Eko YESS, Jalan Dahlia Nomor 10 Palangka Raya, Minggu (31/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi perkembangan seni rupa daerah sekaligus menguatkan harapan lahirnya museum seni yang mampu menjaga dan merawat jejak karya seniman Kalimantan Tengah.

Pembukaan pameran dilakukan oleh perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Kabid Pengembangan Pemasaran Pariwisata Agung Catur Prabowo yang mewakili Plt Kepala Disbudpar Kalteng. Acara turut dihadiri pelukis abstrak Kalimantan Tengah Lampang, tokoh masyarakat, Ketua PAWARTOS Kalteng, dosen Program Studi Sendratasik UPR Yuli, serta puluhan mahasiswa dan pegiat seni.

Eko YESS saat menyampaikan sambutannya. (Foto: Polin/Spektroom)

Pengasuh Padepokan Seni Parei Palangka Raya, Eko YESS, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi dukungan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang turut mendukung pelaksanaan pameran.

Eko YESS menceritakan perjalanan panjang aktivitas keseniannya, mulai dari Sanggar Sketsa, berkembang menjadi Padepokan Seni Parei Palangka Raya, hingga berdirinya Galeri Seni Eko YESS pada tahun 2023. Menurutnya, keberadaan galeri bukan hanya sebagai tempat memamerkan karya, tetapi juga ruang belajar dan pengembangan seni bagi masyarakat.

“Rumah saya ini ke depan, Galeri Seni Eko YESS berusaha untuk menyimpan dan memberi ruang pendidikan seni untuk menjadi museum seni sebagai wujud dedikasi saya sebagai warga Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Karena sangat diperlukan museum seni di Kalimantan Tengah,” harapan Eko YESS.

Ia juga mengenang pengalamannya mengisi berbagai program seni di TVRI Kalimantan Tengah sejak tahun 2001 hingga 2019. Selama itu pula ia membina banyak anak-anak berbakat yang berhasil meraih prestasi, termasuk pada ajang lomba melukis tingkat nasional di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Agung Catur Prabowo saat menyampaikan sambutannya. (Foto: Polin/Spektroom)

Sementara itu, Agung Catur Prabowo menyampaikan apresiasi atas konsistensi dan dedikasi Eko YESS dalam memajukan seni budaya daerah. Menurutnya, kiprah Eko YESS selama puluhan tahun telah memberikan kontribusi nyata bagi pembinaan generasi muda di bidang seni rupa.

“Saya mengenal Pak Eko sejak puluhan tahun lalu dengan dedikasinya yang tinggi terhadap perkembangan seni budaya, khususnya seni rupa. Kepeduliannya pada generasi penerus patut diberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi. Saya katakan di sini, kami pernah memberi Piagam Penghargaan ke pak Eko YESS. Nah semoga kita dapat memanfaatkan peluang yang telah dibuka Pak Eko di tempat kita untuk menghidupkan kesenian melalui padepokan ini,” ungkap Agung.

Suasana pembukaan berlangsung hangat dan akrab. Acara dimeriahkan penampilan musik dari Tyo yang berduet bersama Agung Catur Prabowo. Kehangatan tersebut semakin terasa ketika para tamu diajak berkeliling menikmati puluhan karya seni yang dipajang di seluruh sudut galeri.

Rumah yang disulap menjadi galeri itu menampilkan karya-karya seni rupa pada hampir setiap ruangannya. Teras, ruang tamu, ruang keluarga hingga beberapa kamar yang telah dialihfungsikan menjadi ruang pamer menghadirkan pengalaman tersendiri bagi pengunjung untuk menikmati perjalanan kreatif seorang seniman Kalimantan Tengah. Pameran Tambun Bungai tidak sekadar menjadi ajang memamerkan karya, tetapi juga pengingat bahwa seni lahir dari ketekunan, kecintaan, dan keberanian untuk terus berkarya.

Melalui ruang-ruang sederhana yang dipenuhi lukisan, semangat itu diharapkan dapat menginspirasi generasi muda agar tidak ragu mengekspresikan gagasan dan identitas budayanya melalui kanvas. Sebab, kemajuan seni rupa daerah tidak hanya ditentukan oleh para maestro, melainkan juga oleh hadirnya pelukis-pelukis muda yang terus tumbuh, belajar, dan menjaga warna Kalimantan Tengah melalui karya mereka. (Polin)

Berita terkait

Tim Bulutangkis Polri Raih 4 Medali Emas dan 2 Perak pada SEA Police Badminton Championship 2026 di Kamboja

Tim Bulutangkis Polri Raih 4 Medali Emas dan 2 Perak pada SEA Police Badminton Championship 2026 di Kamboja

Phnom Penh-Spektroom : Tim Bulutangkis Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menorehkan prestasi di bidang olah raga. Kali ini Tim Bulutangkis Polri sukses meraih 4 medali emas dan 2 perak pada kompetisi Southeast Asia (SEA) Police Badminton Championship 2026 yang digelar di Phnom Penh, Kamboja. Kejuaraan yang mempertemukan tim-tim kepolisian tangguh

Eva Moenandar, Rafles
Dani Putra Marlindo Terpilih Sebagai Ketua Pengcab Forki Padang Pariaman 2026-2030

Dani Putra Marlindo Terpilih Sebagai Ketua Pengcab Forki Padang Pariaman 2026-2030

Pariaman-Spektroom : Terpilihnya Dani Putra Marlindo sebagai Ketua Pengcab Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Padang Pariaman periode 2026-2030, mencatat sejarah bagi cabang olahraga beladiri karate di Sumbar. Tak hanya dari berbagai insan olahraga dan tokoh masyarakat, anggota DPRD Padang Pariaman tersebut juga mendapatkan ucapan langsung dari Ketum Forki Sumbar, Khairuddin Simanjuntak

Rafles
Dilema Bandara Husein dan Kertajati, Antara Kemudahan Penumpang dan Masa Depan Infrastruktur Jawa Barat

Dilema Bandara Husein dan Kertajati, Antara Kemudahan Penumpang dan Masa Depan Infrastruktur Jawa Barat

Surakarta – Spektroom: Wacana pengaktifan kembali penerbangan komersial bermesin jet di Bandara Husein Sastranegara Bandung memunculkan perdebatan baru mengenai arah pembangunan transportasi di Jawa Barat. Di satu sisi, kebijakan tersebut dinilai dapat mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi Bandung Raya. Namun di sisi lain, keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas