Gandeng GP Ansor, Bakesbangpol dan Polres Jember Perkuat Benteng Pemuda Jember Selatan dari Ancaman Narkoba

Gandeng GP Ansor, Bakesbangpol dan Polres Jember Perkuat Benteng Pemuda Jember Selatan dari Ancaman Narkoba
Foto bersama usai acara Sarasehan Ketahanan Wilayah (Foto Bakesbangpol Jember)

Jember-Spektroom : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember bersama Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jember terus bergerak proaktif memperkuat ketahanan wilayah. Langkah nyata ini diwujudkan melalui edukasi pencegahan penyalahgunaan narkotika yang menyasar generasi muda di wilayah Jember Selatan.

Kolaborasi strategis tersebut dikemas dalam acara Sarasehan Ketahanan Wilayah yang diinisiasi oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kencong. Kegiatan yang mengusung tema “Menjadi Teladan Bangsa: Berbagi Ilmu, Membangun Kesadaran, dan Berani Berbuat Cerdas Tanpa Narkoba” ini digelar di Aula KIP Kampus Universitas Islam Al-Falah As-Sunniyyah (UAS) Kencong, pada Rabu (15/07/2026).

Acara ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang terdiri atas kader GP Ansor, santri, serta pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) se-eks-distrik Jember Selatan. Sarasehan ini menjadi ruang sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan organisasi kepemudaan dalam memitigasi ancaman narkotika yang kini berkembang dengan berbagai modus baru.

Bakesbangpol Kabupaten Jember menghadirkan Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan, Mega Wulandari, S.STP., M.M., sebagai narasumber utama. Sementara dari unsur kepolisian, hadir Kaurbinops Satresnarkoba Polres Jember, Iptu Enol Wibisono, S.H.

Dalam paparannya, Mega Wulandari mengingatkan para peserta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap narkotika jenis baru yang sengaja dikemas secara menarik untuk mengelabui anak-anak dan remaja. Salah satu tren berbahaya yang patut diwaspadai adalah peredaran cairan rokok elektrik (liquid vape) ilegal yang disusupi zat narkotika.

Para pemuda harus meningkatkan kesadaran (awareness). Data dari Pusat Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan bahwa dari 546 sampel liquid vape ilegal yang diuji untuk kepentingan penegakan hukum, sebanyak 517 sampel dinyatakan positif mengandung narkotika. Industri gelap sengaja memanipulasi aroma manis seperti es krim dan buah-buahan untuk menipu logika berpikir remaja, padahal di dalamnya telah disusupi zat berbahaya seperti etomidate,” ujar Mega.

Mega menjelaskan, etomidate merupakan senyawa yang lazim digunakan sebagai obat bius dalam dunia medis dan sama sekali tidak diperuntukkan bagi konsumsi bebas. Penyalahgunaan zat tersebut dapat menimbulkan dampak fatal bagi kesehatan, mulai dari penurunan kesadaran hingga risiko ketergantungan kronis.

Selain vape ilegal, Mega juga mengajak para santri dan pelajar untuk membentengi diri dari penyalahgunaan Obat Keras Berbahaya (Okerbaya), seperti trihexyphenidyl (trex) dan dextromethorphan (destro), yang kerap menyasar pelajar karena harganya yang murah.

Sementara itu, Kaurbinops Satresnarkoba Polres Jember, Iptu Enol Wibisono, S.H., memberikan edukasi tegas mengenai aspek hukum penal. Ia mengingatkan bahwa status di bawah umur tidak akan membebaskan seseorang dari jerat hukum jika terbukti terlibat dalam jaringan narkotika.

“Status di bawah umur bukan menjadi tameng untuk menghindari konsekuensi hukum. Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) tetap memberikan ruang penegakan hukum terhadap anak yang melakukan tindak pidana, tentunya dengan mekanisme khusus,” tegasnya

Enol juga memberikan solusi konkret terkait kanal pelaporan bagi masyarakat Jember. Mengingat Kabupaten Jember saat ini belum memiliki Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) yang mandiri, institusi kepolisian siap menjadi garda terdepan dalam menerima laporan warga.

“Untuk kasus pengedaran dan tindak pidana narkotika, masyarakat dapat langsung melapor ke Polsek terdekat maupun Satresnarkoba Polres Jember. Kami menjamin kerahasiaan pelapor dan siap melakukan tindak lanjut demi memberantas narkoba hingga ke akarnya,” tambahnya.

Sarasehan berlangsung interaktif dengan diskusi dua arah yang dinamis. Ratusan peserta tampak antusias berdialog mengenai langkah preventif yang bisa dilakukan di lingkungan sekolah dan pesantren. Acara kemudian ditutup dengan ikrar bersama yang dipandu oleh panitia: “Jangan pernah menyentuh narkoba. Sekali menyentuh, Anda dalam bahaya selamanya!”

Melalui momentum ini, Bakesbangpol Jember bersama Polres Jember menegaskan kembali komitmennya untuk terus mengawal moralitas generasi muda melalui pendekatan kolaboratif. Sinergi berkelanjutan ini diharapkan mampu mencetak generasi emas Jember yang tangguh, berintegritas, serta bersih dari narkoba. (budi s)

Berita terkait

Ketika Polisi Menjadi Guru di Hari Pertama Sekolah: Menjaga Mimpi Murid Baru dari Ancaman Narkoba dan Perundungan

Ketika Polisi Menjadi Guru di Hari Pertama Sekolah: Menjaga Mimpi Murid Baru dari Ancaman Narkoba dan Perundungan

Pontianak-Spektroom : Di antara wajah-wajah yang masih canggung mengenakan seragam baru, tersimpan ribuan mimpi yang baru mulai dirajut. Ada yang bercita-cita menjadi dokter, guru, polisi, pengusaha, hingga pemimpin masa depan. Namun sebelum mimpi-mimpi itu tumbuh besar, ada ancaman yang mengintai: narkoba, perundungan, dan kenakalan remaja. Karena itulah, pada masa pengenalan lingkungan

Apolonius Welly, Rafles
Perkuat Sinergi Akademik, Rektor UNUKASE Terima Kunjungan Direktur Universitas Terbuka Banjarmasin

Perkuat Sinergi Akademik, Rektor UNUKASE Terima Kunjungan Direktur Universitas Terbuka Banjarmasin

Banjarmasin–Spektroom : Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) menerima kunjungan kerja dari Universitas Terbuka (UT) Banjarmasin sebagai langkah awal memperkuat sinergi dan menjajaki kerja sama Akademik antar Lembaga Pendidikan Tinggi. Kunjungan tersebut diterima oleh Rektor UNUKASE, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., di Gedung Serbaguna UNUKASE, Jalan A. Yani

Junaidi, Rafles
Masuk Sekolah Hari Pertama Dimanfaatkan Secara Maksimal Oleh ASN Untuk Mendampingi Putra-Putrinya

Masuk Sekolah Hari Pertama Dimanfaatkan Secara Maksimal Oleh ASN Untuk Mendampingi Putra-Putrinya

Bogor-Spektroom : Masuk sekolah hari pertama menjadi momen istimewa bagi banyak keluarga, termasuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Kebijakan fleksibilitas kerja atau Work From Anywhere (WFA) yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sejumlah ASN untuk mengantarkan anak mereka memasuki hari pertama sekolah sekaligus mendampingi pelaksanaan Masa Pengenalan

Asmari, Rafles