Gantala Jarang Makanan Khas Turatea Jeneponto

Reporter: M. Yahya Patta

Gantala Jarang Makanan Khas Turatea Jeneponto
Foto Koleksi Daeng Runrung Parasangang Beru Turatea Jeneponto

Spektroom - Gantala Jarang merupakan makanan khas masyarakat Turatea Jeneponto bahannya dari daging kuda  dimasak dengan menggunakan drum bekas. Daging kuda yang direbus biasanya berjam-jam lamanya, bumbunya hanya garam kasar dan bumbu lainnya dari akar kayu sehingga enak dan gurih rasanya. Gantala Jarang selalu siap disajikan pada setiap hajatan baik pernikahan, sunatan termasuk peringatan atau even lomba, sehingga makanan khas ini identik dengan Kabupaten Jeneponto.

Gantala Jarang yang siap dihidangkan

Daeng Ali salah seorang penjual gantala jarang  di pasar Tolo Kecamatan Kelara Jeneponto mengatakan pihaknya menjual 35 Ribu Rupiah satu porsi, bisa menghabiskan daging dari satu ekor kuda yang sudah disembelih. Diakui oleh Daeng Ali, gantala jarang meski bumbunya sedikit namun rasanya lezat dan diyakini menambah Immun.

Berita terkait

Penyeberangan Kalianget–Tlango Jadi Jalur Laut Tersibuk di Madura, Wisata Religi dan Aktivitas Ekonomi Meningkat

Penyeberangan Kalianget–Tlango Jadi Jalur Laut Tersibuk di Madura, Wisata Religi dan Aktivitas Ekonomi Meningkat

Sumenep-Spektroom : Penyeberangan laut Kalianget–Pulau Tlango di Kabupaten Sumenep kini menjadi salah satu jalur penyeberangan tersibuk di ujung timur Pulau Madura. Ramainya mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga kunjungan wisata religi membuat aktivitas di dermaga berlangsung hampir tanpa henti selama 24 jam. Pulau Tlango yang dikenal sebagai pusat aktivitas perdagangan masyarakat

Buang Supeno
Pulihkan Konektivitas Aceh  Penanganan Permanen Jalan Jembatan Terus Berlanjut

Pulihkan Konektivitas Aceh Penanganan Permanen Jalan Jembatan Terus Berlanjut

Jakarta – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana di Provinsi Aceh melalui penanganan permanen pada puluhan ruas jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi konektivitas masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan akses transportasi kembali aman, lancar, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi serta mobilitas warga di berbagai wilayah.

Nurana Diah Dhayanti