Gencarkan Penataan Kawasan, Pemkab Bogor Hadirkan Ruang Publik Bersih dan Nyaman

Gencarkan Penataan Kawasan, Pemkab Bogor Hadirkan Ruang Publik Bersih dan Nyaman
Pemkab bogor melakukan penertiban dikawasan pasar parung, Sabtu, (18/4/2026) (Foto Diskominfo)

.Bogor-Spektroom: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menata kawasan publik agar lebih tertib, nyaman dan fungsional tidak hanya di Ibu kota Cibinong, melainkan ke kawasan pasar Parung .

O

Pemkab Bogor mengerahkan personil dinas terkait bersama sama unsur Kecamatan Parung, TNI-Polri dan Satpol-PP melaksanakan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menempati badan jalan di kawasan pasar Parung.

"Untuk mengembalikan fungsi jalan sebagai fasilitas umum sekaligus mengurai kemacetan yang kerap dikeluhkan masyarakat." Jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Suryanto Putra.

Dikatakan penertiban dilakukan dengan pendekatan humanis, para pedangan diberikan pengarahan dan himbauan agar berpindah ke dalam area PD Pasar Tohaga Parung. Upaya ini untuk menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib ,bersih dan nyaman.

"Penataan tidak hanya berfokus pada penertiban PKL tetapi juga mencakup penataan kawasan secara menyeluruh termasuk penertiban papan reklame yang tidak sesuai aturan. Ujar Suryanto Putra, Sabtu ( 18/4/2026 )

Suryanto Putra mengungkapkan pasar Parung yang sebelumnya tertutup ternyata masih ada ruang untuk dimanfaatkan penataan kawasan.

Sementara itu Direktur Perumda pasar Tohaga Parung, Haris Setiawan menyatakan telah menyiapkan ratusan los dan kios di dalam pasar untuk menampung PKL, bahkan jika kapasitas belum tercukupi, fasilitas tambahan akan disiapkan mengingat masih tersedia ruang yang cukup luas Ungkap Direktur Perumda pasar tohaga Haris Setiawan.

Berita terkait

Bukan Sekadar Infrastruktur, Konektivitas Digital Manfaat Nyata Layanan Publik

Bukan Sekadar Infrastruktur, Konektivitas Digital Manfaat Nyata Layanan Publik

Jakarta-Spektroom : Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pembangunan konektivitas digital harus diikuti pemanfaatan nyata di layanan publik, terutama di sekolah dan puskesmas. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Apresiasi Konektivitas Digital 2026 di Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026). Menurut Meutya, keberhasilan pembangunan jaringan tidak hanya diukur dari tersedianya akses, tetapi

Diah Utami, Rafles