Generasi Muda Tangani Teknologi Smart Farming pada Program Revola di Banjarnegara

Generasi Muda Tangani Teknologi Smart Farming pada Program Revola di Banjarnegara
Kepala Distanak, Defransisco Dasilva Tavares (kanan) saat memaparkan program Revola Jateng Optimis kepada Gubernur Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur. (Rabu (29/7/2026)

Semarang-Spektroom : Modernisasi sektor pertanian di Jawa Tengah semakin nyata berkat anak-anak muda yang turun tangan  mengoperasikan alat pendeteksi kelembaban tanah, sistem irigasi tetes (drop irrigation), hingga drone.

Kegiatan itu mereka lakukan guna mendukung  program Revolusi Lahan (Revola) untuk mengelola lahan tidur agar kembali produktif.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, saat memaparkan program Revola Jateng Optimis kepada Gubernur Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur, Rabu (29/7/2026).

Frans, sapaannya, menjelaskan, sebagai pilot project, program tersebut telah dilaksanakan di Kabupaten Banjarnegara, dengan lahan seluas 10 hektare.

Operasionalnya bekerja sama dengan 22 stakeholder, dan melibatkan setidaknya 625 KK di daerah tersebut.

Program itu mengoptimalkan lahan dengan sistem integrated smart farming atau pertanian terpadu berbasis teknologi.

Operasionalnya melibatkan generasi milenial, berkolaborasi dengan generasi yang lebih senior.

“Pembagian tugasnya, petani generasi tua atau senior lebih pada pengolahan lahan, sedangkan generasi muda menangani teknis yang berkaitan dengan teknologi smart farming, seperti drop irrigation (irigasi tetes), drone, alat pendeteksi kelembaban tanah dan air, dan lainnya,” kata Frans.

Optimalisasi lahan tersebut dilakukan secara leveling. Pertama, lahan seluas kurang lebih dua hektare ditanami alpukat dan kopi.

Kedua, lahan kurang dari setengah hektare digunakan untuk peternakan ayam dan kambing atau domba.

Ketiga, ada lahan yang digunakan untuk tanaman hortikultura, seperti cabai, pisang, terong, dan sebagainya. Keempat, lahan untuk tanaman jagung dan padi.

“Jadi ini lahan yang 12 tahun tidak dikerjakan apa-apa. Menariknya, ini lahan bekas PIR (perkebunan inti rakyat) lokal teh, yang akan dikembalikan ke masyarakat. Revola Jateng ini menjembatani untuk pengolahan lahan agar produktif,” ujarnya.

Dari pilot project yang sudah dilakukan tersebut, Revola Jateng telah memberikan dampak langsung kepada 625 KK di Kabupaten Banjarnegara.

Mulai dari hasil peternakan hingga pertanian, yang sudah dirasakan masyarakat. Diperkirakan nilai produksi dari lahan tersebut akan menghasilkan sekitar Rp1,9 miliar.

Bahkan, Bupati Banjarnegara sudah membidik lokasi Revola Jateng tersebut menjadi kawasan agrowisata.

“Ada 625 KK miskin yang terlibat di daerah itu, dan kita harapkan bisa naik kelas menjadi tidak miskin,” jelasnya.

Frans menambahkan, setelah dilakukan di Banjarnegara, program tersebut akan dikembangkan di beberapa daerah lain sebagaimana arahan Gubernur Ahmad Luthfi, untuk mendukung ketahanan pangan.

Berdasarkan data, Batang dan Pekalongan menjadi sasaran karena di daerah tersebut juga ada penyerahan eks lahan PIR.

“Sudah ada beberapa daerah yang mengajukan, ke depan akan kami coba arahkan ke daerah-daerah lain,” tandasnya. 

Berita terkait

Sebelas Anggota Pramuka DKI Mendapat Kepercayaan Sebagai Petugas Upacara Jamnas dan Hari Pramuka Ke-65

Sebelas Anggota Pramuka DKI Mendapat Kepercayaan Sebagai Petugas Upacara Jamnas dan Hari Pramuka Ke-65

Jakarta-Spektroom : 11 anggota Pramuka DKI Jakarta berhasil lolos ke tahap wawancara Seleksi Nasional Petugas Upacara pembukaan Jambore Nasional (Jamnas) ke-XII Tahun 2026 dan Peringatan Hari Pramuka ke-65 Keberhasilan tersebut menjadi bukti kualitas pembinaan Gerakan Pramuka di DKI Jakarta dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki karakter disiplin, kepemimpinan, integritas, serta kemampuan

Asmari, Rafles
Tembakau Lumindai yang Pernah Mendunia Terus Dibangkitkan, DKP3 Sawahlunto Genjot SDM Petani Lewat Pelatihan Intensif

Tembakau Lumindai yang Pernah Mendunia Terus Dibangkitkan, DKP3 Sawahlunto Genjot SDM Petani Lewat Pelatihan Intensif

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) terus berupaya menghidupkan kembali kejayaan Tembakau Lumindai, komoditas khas yang pernah dikenal hingga mancanegara. Salah satu langkah yang ditempuh adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petani melalui pelatihan budidaya dan peningkatan kualitas hasil produksi. Pelatihan yang

Riswan Idris, Rafles
Lumajang Raih Pengakuan Nasional Lewat Empat Penghargaan BKKBN

Lumajang Raih Pengakuan Nasional Lewat Empat Penghargaan BKKBN

Lumajang-Spektroom : Kabupaten Lumajang berhasil meraih empat penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN). Penghargaan tersebut meliputi kategori Inovasi dan Program Unggulan Bupati, capaian peserta Keluarga Berencana (KB) di atas 100 persen, Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, serta Inovasi dan Program Unggulan Tim Penggerak

Julianto