Genjot Kompetensi Pengelola Desa Wisata Menuju Pariwisata Berkelanjutan

Genjot Kompetensi Pengelola Desa Wisata Menuju Pariwisata Berkelanjutan
Peserta pengelola desa wisata saat berpose bersama di akhir kegiatan, Sabtu (29/8/2026) (Foto Diskominfo Pemkab Bogor)

Bogor- Spektroom: Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bogor resmi menutup rangkaian Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata Bidang Koordinator Pengelola Desa Wisata di Hotel Cahaya Village, Jalan Raya Puncak

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini berakhir pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Sebanyak 23 pengelola desa wisata dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor mengikuti pelatihan intensif tersebut untuk meningkatkan profesionalisme tata kelola destinasi lokal.

Mengandalkan Keahlian Teruji

Kepala Disparekraf Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) memegang peranan vital. Langkah ini bertujuan agar desa wisata tidak hanya mengandalkan keindahan alam atau budaya semata, tetapi juga manajemen bisnis yang matang.

"Melalui sertifikasi kompetensi ini, kita ingin memastikan para pengelola tidak hanya memiliki semangat membangun desa, tetapi juga mengantongi keahlian teruji yang diakui secara nasional," ujar Ria Marlisa, Sabtu (29/8/2026).

Selama empat hari, para peserta mendapatkan materi mendalam. Materi tersebut meliputi:

Manajemen tata kelola destinasi Penyusunan paket wisata yang menarik Penguatan kelembagaan desa Manajemen keuangan yang akuntabel

Setelah mendapatkan pembekalan teori, peserta langsung mengikuti uji kompetensi yang diuji oleh tim asesor profesional. Sertifikasi ini menjadi bukti legalitas dan profesionalisme para pengelola di mata wisatawan nasional maupun internasional.

Harapan Dampak Ekonomi Nyata

Desa wisata dinilai sebagai salah satu ujung tombak kebangkitan ekonomi daerah. Dengan tata kelola yang baik, produk ekonomi kreatif lokal dapat terintegrasi secara optimal dengan daya tarik wisata yang ada.

Disparekraf Kabupaten Bogor berharap pelatihan ini mampu memicu inovasi di tiap-tiap desa. Harapannya, peningkatan kompetensi ini mendatangkan lebih banyak kunjungan wisatawan, membuka lapangan kerja baru, serta memberikan manfaat kesejahteraan yang merata bagi masyarakat sekitar.

Berita terkait

The 4th International Conference on Law, Governance, and Social Justice (ICOLGAS) Dorong Hukum dan Kearifan Lokal Hadapi Perubahan AI dan Iklim

The 4th International Conference on Law, Governance, and Social Justice (ICOLGAS) Dorong Hukum dan Kearifan Lokal Hadapi Perubahan AI dan Iklim

Purwokerto-Spektroom : Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah cara masyarakat bekerja dan berinteraksi, tetapi juga mulai memengaruhi cara pemerintah mengelola lingkungan dan merumuskan kebijakan. Di tengah perubahan tersebut, hukum dinilai perlu beradaptasi agar perkembangan teknologi tetap berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat, kearifan lokal, serta kebutuhan menjaga ketahanan lingkungan. Persoalan itu

Bian Pamungkas
TPID Provinsi Lampung Ikuti Secara Virtual Rakor TPID Dari Command Center Diskominfotik Lampung

TPID Provinsi Lampung Ikuti Secara Virtual Rakor TPID Dari Command Center Diskominfotik Lampung

Bandarlampung - Spektroom: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum & Politik Yayan Ruchyansah mengikuti secara daring Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026. Rakor TPID tersebut dirangkai dengan Pembahasan Verifikasi dan Validasi Terkait KDMP Serta Penandatanganan Surat Keputusan Bersama Ruang Bersama

Anggoro AP