Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat SDN 32 Sungai Jariang, Disosialisasikan kepada Wali Murid

Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat SDN 32 Sungai Jariang, Disosialisasikan kepada Wali Murid
(Foto: Dok. SDN 32 Sungai Jariang)

Agam-Spektroom : SDN 32 Sungai Jariang menggelar sosialisasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) kepada orang tua dan wali murid, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan bertema “Bersama Melangkah Menuju Generasi Hebat” itu dirangkaikan dengan acara perpisahan siswa kelas VI.

Sosialisasi menghadirkan Kepala Koordinator Unit Kerja Sekolah Dasar Kecamatan Lubuk Basung, Watman, S.Pd., sebagai narasumber guna memperkuat sinergi sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.

Kepala SDN 32 Sungai Jariang, Devi Ruselvi, S.Pd., mengatakan dukungan orang tua menjadi kunci keberhasilan penerapan program tersebut.

"Program G7KAIH ini tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan orang tua. Kami mengajak seluruh wali murid untuk bersama-sama membiasakan tujuh kebiasaan positif ini agar karakter anak dapat terbentuk secara berkelanjutan," ujarnya.

(Foto: Dok. SDN 32 Sungai Jariang)

Melalui program G7KAIH, siswa dibiasakan menerapkan tujuh kebiasaan positif, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Kebiasaan tersebut diharapkan mampu membentuk generasi yang disiplin, sehat, mandiri, dan berkarakter.

Dalam kegiatan itu, sekolah juga menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam untuk memberikan edukasi terkait penggunaan teknologi digital. Kasi Persandian Diskominfo Agam, Nora Indra Mufrianti, S.Kom., M.Si., menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan teknologi oleh anak.

"Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk karakter anak agar tetap disiplin, sehat, dan memiliki keseimbangan antara penggunaan teknologi dengan aktivitas positif dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Melalui sosialisasi ini, sekolah berharap pemahaman dan keterlibatan orang tua semakin meningkat sehingga penerapan tujuh kebiasaan positif dapat berjalan konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Berita terkait

Ketua MPR: Keberadaan Pondok Pesantren Punya Arti Strategis, Terutama Bagi Daerah Perbatasan Seperti Batam

Ketua MPR: Keberadaan Pondok Pesantren Punya Arti Strategis, Terutama Bagi Daerah Perbatasan Seperti Batam

Batam-Spektroom : Pondok Pesantren Nur Iman di Pulau Kasu, Kecamatan Belakang Padang Batam, diresmikan penggunaannya oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani ditandai dengan penandatangan prasasti dan penanaman pohon Kurma. Persemian tersebut di hadiri sejumlah pejabat penting, termasuk Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) dan Habib Syeckh bin Abdul Qidir Assegaf tokoh pendiri

Desmawati, Rafles
Wagub Kepri: Kemajemukan Adalah Anugerah dan Kekuatan dalam Menjaga Stabilitas dan Keharmonisan di Negeri Segantang Lada

Wagub Kepri: Kemajemukan Adalah Anugerah dan Kekuatan dalam Menjaga Stabilitas dan Keharmonisan di Negeri Segantang Lada

Batam-Spektroom : Sikkhapana Guang Ji Batam adalah lembaga pendidikan keagamaan Buddha nonformal di bawah naungan Yayasan Guang Ji Batam berlokasi di Kota Batam Kepulauan Riau (Kepri) Pusat kegiatan ini terdaftar secara resmi untuk program pendidikan nonformal keagamaan Buddha, yang berfungsi sebagai tempat pembinaan umat, kelas Dharma, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Wagub

Desmawati, Rafles
ссс