Trending

Gereja Taman Harapan Jaya Diresmikan, Simbol Kerukunan dan Kesetaraan di Jakarta

Gereja Taman Harapan Jaya Diresmikan, Simbol Kerukunan dan Kesetaraan di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Taman Harapan Jaya di Kelurahan Cililitan, Jakarta Timur, Minggu (25/10/2026).(Foto:IIS/Spektroom).

Jakarta — Spektroom : Di tengah hiruk-pikuk kehidupan Ibu Kota, sebuah gereja di Cililitan, Jakarta Timur, menyimpan kisah panjang tentang iman, kebersamaan, dan harapan untuk hidup berdampingan dalam keberagaman. Setelah berdiri sejak 1974, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Taman Harapan Jaya kini memasuki babak baru melalui peresmian pada Minggu (25/10/2026).

Berlokasi di Jalan Swadaya II Nomor 29, RT 05/RW 09, Kelurahan Cililitan, gereja ini bukan sekadar tempat umat menjalankan ibadah. Kehadirannya diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kehidupan rohani jemaat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang meresmikan gereja tersebut menegaskan bahwa Jakarta harus menjadi rumah bagi seluruh warga, tanpa membedakan agama, suku, ras, maupun latar belakang budaya.

“Sebagai Gubernur Jakarta, saya harus menjadi gubernur bagi semua agama, semua ras, dan semua etnis. Saya tidak boleh membeda-bedakan,” ujarnya.

Pesan itu menegaskan bahwa keberagaman bukan hanya tentang hidup berdampingan di tengah perbedaan, melainkan juga memastikan setiap warga memperoleh hak yang sama, termasuk menjalankan ibadah dengan aman dan tenang.

Bagi jemaat GMAHK Taman Harapan Jaya, peresmian ini menjadi bagian penting dari perjalanan panjang gereja yang telah melayani umat selama lebih dari lima dekade. Proses pembangunan yang kini mencapai sekitar 80 persen masih menyisakan pekerjaan penyelesaian akhir bangunan dan penyiapan perlengkapan. Meski demikian, gereja tersebut telah digunakan untuk beribadah sejak Maret 2026.

Perjalanan pembangunan itu juga ditandai dengan penyelesaian proses perizinan. Ketua Jemaat GMAHK Taman Harapan Jaya, Repelt Kairupan, menyampaikan apresiasi atas terbitnya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang memungkinkan pembangunan berjalan sesuai ketentuan.

“Berkat kepemimpinan dan arahan Pak Gubernur Pramono Anung Wibowo, selaku Gubernur DKI Jakarta, izin PBG kami akhirnya diterbitkan. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih, Pak Gubernur,” kata Repelt.

Selain dukungan perizinan, gereja ini tercatat menerima Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 2003, dengan total bantuan mencapai Rp40.800.000.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menunjang kegiatan rumah ibadah. Namun, makna keberadaan gereja tidak berhenti pada bangunan maupun fasilitasnya. Kerukunan juga tumbuh melalui interaksi sehari-hari, sikap saling menghormati, dan kepedulian antarwarga.

Pramono secara resmi menyatakan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Taman Harapan Jaya dibuka dan diresmikan pada 25 Oktober 2026. Acara tersebut turut dihadiri Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin dan Ketua GMAHK Uni Indonesia Rudi Situmorang.

Berita terkait

Merah Muda Fest 2026, Merawat Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi dan Solidaritas

Merah Muda Fest 2026, Merawat Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi dan Solidaritas

Jakarta — Spektroom : Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2026), menjadi ruang pertemuan generasi muda untuk merayakan keberagaman sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Melalui Merah Muda Fest 2026, semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 dihidupkan kembali dalam berbagai kegiatan kreatif, edukatif, dan kemanusiaan. Ketua Komisi D DPRD DKI

Irvan Idris Saleh, Nurana Diah Dhayanti
Unindra Cetak Prestasi, Program Doktor Pendidikan Raih Akreditasi Unggul

Unindra Cetak Prestasi, Program Doktor Pendidikan Raih Akreditasi Unggul

Jakarta-Spektroom : Program Doktor (S3) Pendidikan Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta meraih akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), meski baru sekitar tiga tahun berjalan. Capaian ini menjadi pengakuan atas mutu penyelenggaraan pendidikan doktoral sekaligus tantangan untuk menjaga kualitas akademik secara berkelanjutan. Predikat akreditasi tertinggi tersebut ditetapkan melalui sertifikat

Bian Pamungkas