Trending

HBKB Pondok Indah Buka Peluang UMKM Jangkau Konsumen

HBKB Pondok Indah Buka Peluang UMKM Jangkau Konsumen
HBKB di Jalan Sultan Iskandar Muda hingga Jalan Arteri Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diramaikan masyarakat yang berolahraga, Minggu (25/10/2026).(Foto:IIS/Spektroom).

Jakarta — Spektroom : Kembalinya Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan Sultan Iskandar Muda hingga Jalan Arteri Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (25/10/2026) menghadirkan peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus menyediakan ruang olahraga dan rekreasi bagi masyarakat.

Penataan stan UMKM di gang dan jalan akses menuju permukiman menjadi salah satu daya tarik pelaksanaan HBKB yang kembali digelar setelah sempat absen selama beberapa bulan. Penempatan tersebut memberikan kesempatan kepada pedagang untuk menawarkan produk kepada warga tanpa mengganggu jalur utama kegiatan olahraga.

Fajar Abdullah, warga Kebayoran Lama Selatan, mengapresiasi penataan tersebut karena dinilai mampu menjaga kenyamanan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas perdagangan.

“Sangat bagus UMKM-nya ada di setiap gang atau jalan akses ke permukiman, mereka tidak masuk ke jalur HBKB. Semoga saja HBKB di sini bisa dirutinkan, mengingat aksesnya juga dekat dengan rumah,” ujarnya.

Bagi pelaku UMKM, kehadiran warga yang berolahraga dan menikmati suasana akhir pekan menjadi peluang untuk memperkenalkan produk serta memperluas jangkauan konsumen. Stan yang mudah dijangkau berpotensi menarik pembeli, terutama warga yang ingin menikmati jajanan atau mencari kebutuhan setelah beraktivitas fisik.

Namun, manfaat ekonomi tersebut tetap bergantung pada jumlah pengunjung, keteraturan penempatan stan, dan kemudahan akses masyarakat terhadap lokasi berjualan. Pelaksanaan HBKB secara konsisten diharapkan dapat memberikan kesempatan usaha yang lebih berkelanjutan bagi pedagang lokal.

Selain aktivitas ekonomi, HBKB juga diramaikan warga yang berolahraga, mulai dari joging hingga bersepeda. Penampilan seni budaya, seperti marching band dan tarian tradisional, turut menghidupkan suasana. Masyarakat juga dapat memanfaatkan stan pelayanan publik yang menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis dan layanan administrasi kependudukan.

Camat Kebayoran Lama, Mustopa, mengatakan jalur utama telah disterilkan dari kendaraan bermotor sejak pagi untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

“Anak-anak hingga lansia leluasa menikmati kegiatan olahraga pagi. Warga juga disuguhi berbagai atraksi seni, seperti marching band dan tarian tradisional yang ditampilkan di sepanjang jalan,” katanya.

Mustopa berharap HBKB di kawasan Kebayoran Lama dapat dilaksanakan secara rutin untuk mendorong gaya hidup sehat, mengurangi emisi karbon, dan memperkuat kebersamaan masyarakat.

Dengan pengaturan pedagang yang tertib serta pelaksanaan yang berkelanjutan, HBKB diharapkan berkembang menjadi ruang publik yang memberi manfaat lebih luas. Tidak hanya meningkatkan kualitas hidup warga, kegiatan ini juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal melalui terbukanya kesempatan bagi UMKM untuk menjangkau konsumen baru.

Berita terkait

Merah Muda Fest 2026, Merawat Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi dan Solidaritas

Merah Muda Fest 2026, Merawat Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi dan Solidaritas

Jakarta — Spektroom : Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2026), menjadi ruang pertemuan generasi muda untuk merayakan keberagaman sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Melalui Merah Muda Fest 2026, semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 dihidupkan kembali dalam berbagai kegiatan kreatif, edukatif, dan kemanusiaan. Ketua Komisi D DPRD DKI

Irvan Idris Saleh, Nurana Diah Dhayanti
Unindra Cetak Prestasi, Program Doktor Pendidikan Raih Akreditasi Unggul

Unindra Cetak Prestasi, Program Doktor Pendidikan Raih Akreditasi Unggul

Jakarta-Spektroom : Program Doktor (S3) Pendidikan Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta meraih akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), meski baru sekitar tiga tahun berjalan. Capaian ini menjadi pengakuan atas mutu penyelenggaraan pendidikan doktoral sekaligus tantangan untuk menjaga kualitas akademik secara berkelanjutan. Predikat akreditasi tertinggi tersebut ditetapkan melalui sertifikat

Bian Pamungkas