Grebeg Suro 2026 di Ponorogo akan Berlangsung Selama Hampir 50 Hari

Grebeg Suro 2026 di Ponorogo akan Berlangsung Selama Hampir 50 Hari
Rapat pleno menyiapkan Gelaran Grebeg Suro 2026 di Ponorogo. (Foto: Kominfo Ponorogo)

Madiun-Spektroom : Rangkaian Grebeg Suro di Ponorogo tahun ini akan berlangsung cukup panjang, mulai 20 Mei hingga 5 Juli 2026. Puluhan agenda sudah dirancang yang terdiri dari hiburan rakyat, pertunjukan budaya, hingga aktivitas religi.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi mengatakan, Grebeg Suro menjadi event andalan pariwisata Ponorogo, sehingga perlu digelar setiap bulan Suro. “Grebeg Suro adalah denyut utama pariwisata Ponorogo. Kalau tidak punya Grebeg Suro, maka Ponorogo punya andalan event apa? Grebeg Suro mampu mengguncang sampai level nasional,” kata Judha saat rapat besar di Ruang Bantarangin yang berada di lantai 2 Graha Bakti Praja, Selasa (14/4/2026). Dia tunjuk bukti Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) sebagai agenda rutin Grebeg Suro tercatat lima tahun berturut-turut masuk Karisma Event Nusantara (KEN) yang memuat 125 event unggulan terpilih dari 38 provinsi di Indonesia versi Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Judha juga memastikan gelaran Grebeg Suro menjadi penggerak roda perekonomian serta bagian dari upaya pelestarian budaya. “Pedagang kaki lima, pelaku ekonomi kreatif, serta para seniman merasakan dampaknya,” tegasnya. Menurut Judha, panitia menyusun rangkaian agenda Grebeg Suro dengan memadukan nilai tradisi dan religi. Sebab, Ponorogo memiliki identitas Kota Budaya sekaligus Kota Santri. “Antara tradisi dan religi bisa berjalan beriringan,” jelas Judha. Kendati demikian, Pemkab Ponorogo berupaya mempertahankan kualitas gelaran Grebeg 2026 di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Judha menyatakan optimistisnya dengan mengandalkan semangat gotong royong. “Mari bergotong royong, bergandengan tangan untuk menyukseskan Grebeg Suro 2026,” ajaknya. Momentumnya menguntungkan karena Ponorogo resmi masuk UNESCO Creative Cities Network (UCCN) atau Jejaring Kota Kreatif UNESCO dalam bidang crafts and folk art (kerajinan dan seni rakyat).

Sebelumnya, UNESCO juga menetapkan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Oleh karena itu, menurut Judha, Grebeg Suro 2026 harus menjadi prioritas. Efeknya besar, bukan saja dari sisi budaya tapi juga secara ekonomi.

Berita terkait