GTTII Mencatat Skor Indonesia Paling Rendah Dalam Kebijakan Pengendalian Rokok

GTTII Mencatat  Skor Indonesia Paling Rendah Dalam Kebijakan Pengendalian Rokok
Foto: Capture Zoom Meet

Spektroom- Industri rokok Indonesia sangat kuat mengintervensi kebijakan negara, terbukti dari banyaknya pejabat dan mantan pejabat (PEPs) yang terhubung dengan perusahaan rokok besar seperti Dj, Btl, Spn, dan GG. Fajar Nugraha Jurnalis sebuah Media Investigatif dalam investigasinya menemukan mantan maupun pejabat negara aktif menduduki posisi strategis sebagai komisaris/direksi perusahaan rokok.

“Lebih dari itu, pemilik industri rokok besar menggunakan perusahaan cangkang di negara surga pajak, mengindikasikan minimnya penegakan hukum terhadap potensi penghindaran pajak dan praktik keuangan tertutup” Ujarnya pada Zoom Meeting diskusi Bedah Laporan Investigasi Relasi Pejabat & Industri Rokok, Kamis (29/1/2026)

Menurutnya, ada aturan untuk menghindari konflik kepentingan, melarang rangkap jabatan bagi pejabat negara, namun lemahnya penegakan membuat praktik kolusi, pelonggaran regulasi rokok, dan pembajakan kebijakan publik terus terjadi.

“Negara kita bisa dibilang ‘payah’ kalau tak mau disebut gagal dalam upaya pengendalian tembakau. Para pejabat dan akademisi bermufakat dengan perusahaan rokok, sementara kebijakan kebijakan negara justru mendukung keberlangsungan industri tembakau” tandasnya.

Pusat riset dan advokasi internasional yang fokus pada isu tata kelola (good governance) dalam pengendalian industri rokok, yakni GGTC menyebut semakin tinggi skor suatu negara, semakin tinggi pula level campur tangan industri rokok terhadap kebijakan kesehatan mereka.

Intervensi itu dipengaruhi “pihak ketiga” industri seperti asosiasi bisnis, untuk melobi pejabat pemerintah, dan upaya mereka untuk melemahkan kebijakan pengendalian rokok.

“Dari sembilan negara ASEAN yang tercatat dalam Global Tobacco Industry Interference Index (GTTII) 2025, Indonesia mendapat skor paling Rendah.

Kontradiktif dengan Brunei Darussalam yang menduduki peringkat 1 dunia dalam indeks campur tangan industri rokok global itu. Artinya, GTII menemukan hanya sedikit atau hampir tidak ada keterlibatan industri rokok dalam pembuatan kebijakan di Brunei” urai Fajar menjelaskan.

Tulus Abadi - Ketua Komnas Pengendalian Tembakau (Foto Capture Zoom Meet).

Virtual diskusi Bedah Laporan Investigasi Relasi Pejabat & Industri Rokok kolaborasi dengan Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC) atau Dewan Muda Indonesia untuk Perubahan Taktis, merupakan koalisi kaum muda yang berfokus pada upaya pengendalian produk tembakau dan zat adiktif di Indonesia, juga menampilkan Pemaparan hasil investigasi Riyan Setiawan serta Penanggap Ketua Umum IYCTC Manik Marganamahendra dan Ketua Komnas Pengendalian Tembakau Tulus Abadi (@Ng)

Berita terkait

Rano Karno Resmikan Kampung Qur'an Rusunawa Penjaringan, Siapkan Model Pembinaan Karakter Warga

Rano Karno Resmikan Kampung Qur'an Rusunawa Penjaringan, Siapkan Model Pembinaan Karakter Warga

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meresmikan Kampung Quran di Rusunawa Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (31/7/2026). Program ini diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran Al-Qur'an, pembinaan karakter, sekaligus pemberdayaan masyarakat, serta akan dikembangkan sebagai percontohan bagi wilayah lain di Jakarta. "Kami ingin Kampung Qur&

Irvan Idris Saleh, Anggoro AP
Jakarta Siapkan 166 M Untuk Dukung PON 2028, Optimistis Dongkrak Ekonomi

Jakarta Siapkan 166 M Untuk Dukung PON 2028, Optimistis Dongkrak Ekonomi

Jakarta - Spektroom: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan siap menjadi daerah penyangga penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain menyiapkan puluhan arena pertandingan, Jakarta juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp166 miliar untuk meningkatkan kualitas venue

Irvan Idris Saleh, Anggoro AP
Pasar Murah dan UMKM Banyumas Digelar, Bupati Ajak Jaga Inflasi dan Dukung Pelaku Usaha

Pasar Murah dan UMKM Banyumas Digelar, Bupati Ajak Jaga Inflasi dan Dukung Pelaku Usaha

Banyumas – Spektroom Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan Pasar Murah dan UMKM di Kelurahan Kranji, Jumat (31/7/2026), sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat pengendalian inflasi daerah. Kegiatan dibuka Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono melibatkan berbagai pihak, di antaranya PT Indomarco Prismatama (Indomaret), Kantor

Bian Pamungkas
ссс