Gubernur Ajak Insan Pers Perkuat Komunikasi dan Kebersamaan
Spektroom – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran kembali menegaskan pentingnya memperkuat komunikasi dan kebersamaan antara pemerintah daerah dan insan pers. Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan bersama wartawan yang dirangkaikan dengan makan malam bersama di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, beberapa waktu lalu.
Menurut Gubernur, silaturahmi bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi ruang strategis untuk membangun komunikasi yang sehat dan saling memahami peran masing-masing.
“Silaturahmi ini penting. Dengan kebersamaan, komunikasi bisa terbangun dengan baik, dan berbagai persoalan bisa kita carikan solusi bersama,” ujar Agustiar Sabran.
Gubernur menjelaskan bahwa selama sepuluh bulan dua hari kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong berbagai sektor pembangunan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, sosial, kepemudaan, olahraga, hingga penguatan kearifan lokal dan pendapatan daerah.
“Kami terus bekerja dan mendorong semua sektor, tentu dengan keterbatasan fiskal yang ada. Karena itu, efisiensi dan kepatuhan pada aturan menjadi kunci,” tegasnya.
Gubernur menekankan bahwa komunikasi yang baik dengan media diperlukan untuk mengantisipasi tantangan ke depan, sekaligus sebagai refleksi akhir tahun dalam menyongsong tahun berikutnya dengan semangat kebersamaan yang lebih kuat.

Sementara itu, Wakil Gubernur Edy Pratowo memaparkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 22 Desember 2025 yang telah mencapai 95,47 persen. Ia optimistis target 100 persen dapat tercapai hingga akhir tahun anggaran.
Menanggapi ajakan Gubernur tersebut, Spektroom minta tanggapan atau konfirmasi kepada Srie Rosmilawati, MI Kom, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR). Srie Rosmilawati mengatakan langkah Gubernur ini sebagai strategi komunikasi yang tepat dan relevan dalam konteks pemerintahan modern.
“Ajakan Gubernur kepada insan pers menunjukkan pemahaman bahwa media bukan sekadar penyampai informasi, tetapi mitra strategis dalam membangun kepercayaan publik,” ujar Srie Rosmilawati, Jumat malam (26/12/2025).

Menurutnya, dari perspektif komunikasi pemerintahan, silaturahmi yang dibangun secara langsung dapat memperkuat hubungan interpersonal antara pemerintah dan media.
“Komunikasi tatap muka seperti ini efektif membangun kepercayaan. Ketika hubungan personal terjaga, maka arus informasi menjadi lebih terbuka dan minim distorsi,” jelasnya.
Ia juga mengatakan hal ini sesuai dasar hukum UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang menjamin hal setiap warga negara untuk memperoleh informasi, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik ( Good Goverment) dengan transparansi, akuntabilitas dan partisipasi publik. Keterbukaan Gubernur dalam menyampaikan capaian dan tantangan pemerintahan merupakan praktik komunikasi publik yang sehat.
“Transparansi adalah kunci. Ketika pemerintah terbuka terhadap capaian maupun keterbatasan, media dapat menyampaikan informasi secara lebih proporsional kepada masyarakat,” tambahnya.
Srie Rosmilawatipun mengungkapkan salut kepada Pemprov Kalteng pada tahun 2025 terpilih ke empat kali meraih predikat informatif dalam ajang Anugrah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) oleh Komisi Informasi Pusat. Ia menegaskan, kolaborasi pemerintah dan pers tidak menghilangkan fungsi kritis media, justru memperkuat peran pers sebagai pengawas sekaligus mitra pembangunan.
“Kebersamaan yang dibangun bukan untuk membungkam kritik, tetapi menciptakan komunikasi yang setara dan bertanggung jawab demi kepentingan publik,” pungkasnya. (Pol-Ika)