Gubernur Ansar Bidik Investasi Baru dari China, Kepri Kejar Target Rp85 Triliun pada 2026

Gubernur Ansar Bidik Investasi Baru dari China, Kepri Kejar Target Rp85 Triliun pada 2026
Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama CEO MCC Baijing, Tiongkok Mister Liu. (Foto:Desmawati).

Tanjungpinang-Spektroom : Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus memperluas jejaring kerja sama internasional untuk memperkuat arus investasi. Langkah itu ditunjukkan melalui kunjungan resmi pimpinan MCC International Metallurgy Limited Beijing, Tiongkok, Mister Liu, yang diterima langsung Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (28/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemprov Kepri menarik investasi asing di berbagai sektor unggulan yang dinilai mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Kepri sebagai gerbang investasi Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Ansar memaparkan sejumlah potensi strategis Kepulauan Riau yang terbuka bagi investor internasional. Sektor energi baru dan terbarukan, kemaritiman, industri manufaktur, pariwisata, hingga berbagai sektor ekonomi strategis lainnya menjadi fokus yang ditawarkan kepada delegasi asal Tiongkok tersebut.

"Kami berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan memberikan kemudahan, kepastian hukum, serta pelayanan terbaik bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di Kepulauan Riau," ujar Ansar Ahmad.

Menurut Ansar, optimisme pemerintah daerah terhadap masuknya investasi baru didukung capaian realisasi investasi yang terus meningkat sepanjang tahun ini. Hingga semester pertama 2026, nilai investasi yang terealisasi telah mencapai sekitar Rp40 triliun.

"Kita optimistis sampai akhir tahun 2026 target investasi sebesar Rp85 triliun bisa tercapai," tegasnya.

Pertemuan sangat bersahabat(Foto: Desmawati)

Ia menilai, tren positif tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan investor terhadap Kepulauan Riau. Selain memiliki posisi geografis yang sangat strategis di jalur perdagangan internasional, Kepri juga didukung pembangunan infrastruktur yang terus berkembang serta kedekatannya dengan pusat ekonomi regional seperti Singapura dan Malaysia.

Ansar menambahkan, kombinasi antara kawasan industri, pelabuhan internasional, serta kemudahan akses logistik menjadi keunggulan kompetitif yang menjadikan Kepulauan Riau semakin menarik bagi investor global.

Kunjungan MCC International Metallurgy Limited diharapkan menjadi pintu masuk bagi terjalinnya kerja sama yang lebih konkret, khususnya di sektor industri dan pengembangan investasi berbasis teknologi. Pemerintah Provinsi Kepri berharap kolaborasi tersebut mampu menghadirkan investasi baru yang berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya saing industri, serta percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Gubernur Ansar Ahmad menyambut langsung rombongan MCC International Metallurgy Limited dengan sikap terbuka, menegaskan komitmen Kepri untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan investor global.

Pertemuan ini sekaligus mempertegas langkah Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam memperkuat diplomasi ekonomi daerah, seiring meningkatnya persaingan antarwilayah dalam menarik investasi asing yang berkualitas dan berkelanjutan.

Berita terkait

BMKG: Erupsi Gunung Api Bawah Laut PNG, Munculkan Batu Apung Diperairan Papua

BMKG: Erupsi Gunung Api Bawah Laut PNG, Munculkan Batu Apung Diperairan Papua

Jayapura-Spektroom : Fenomena terdamparnya ribuan material batu apung yang melanda kawasan pesisir Kota Jayapura, termasuk Pantai Hamadi dan Pantai Base-G, kini temui kejelasan. Stasiun Meteorologi Maritim Jayapura mengonfirmasi bahwa material tersebut berasal dari aktivitas erupsi gunung api bawah laut di perairan tetangga, Papua Nugini. Berdasarkan hasil pemantauan BMKG per, 27 Juli

Anthonius Teniwut, Julianto