Gubernur Ansar Resmikan Masjid Ar-Rahim Teluk Keriting, Dorong Masjid Jadi Pusat Pembinaan Umat
Tanjungpinang,-Spektroom - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad meresmikan penggunaan Masjid Ar-Rahim di Teluk Keriting, Kota Tanjungpinang, Selasa (25/8/2026). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan disaksikan Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga.
Peresmian Masjid Ar-Rahim berlangsung bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Asisten I Pemerintahan dan Kesra Setdako Tanjungpinang Yoni Fadri yang mewakili Wali Kota Tanjungpinang, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Ansar menegaskan masjid memiliki posisi penting dalam kehidupan umat Islam. Menurut dia, masjid bukan sekadar tempat menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi benteng umat dari berbagai pengaruh negatif sekaligus pusat pembinaan masyarakat.
“Harus kita pahami bersama, bahwa masjid bukan saja untuk tempat salat, namun masjid memiliki peran yang jauh lebih besar dan merupakan pusat kehidupan umat Islam, serta merupakan tempat pembinaan umat,” kata Ansar.

Dia juga mendorong keberadaan remaja masjid agar lebih aktif dalam berbagai kegiatan. Ansar menilai masjid dapat menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan bagi generasi muda.
“Maka remaja Masjid Ar-Rahim ini harus aktif, karena labor kepemimpinan yang paling aktif ada di masjid,” ujarnya.
Ansar mengatakan, Pemerintah Provinsi Kepri juga memberikan perhatian terhadap pembangunan dan penguatan fungsi masjid. Pada tahun anggaran 2026, Pemprov Kepri mengalokasikan anggaran Rp400 miliar untuk pembangunan masjid, TPQ, serta berbagai program keagamaan.
Selain itu, Pemprov Kepri memberikan insentif bagi guru TPQ dan imam, serta mendukung penempatan 50 ustaz dan dai muda di wilayah hinterland, kawasan perbatasan, dan pulau-pulau terpencil.
“Pada tahun 2026 ini, sebanyak Rp400 miliar sudah dialokasikan untuk pembangunan masjid di Provinsi Kepri, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta penempatan 50 ustaz dan dai muda di wilayah hinterland, kawasan perbatasan, dan pulau-pulau terpencil di Provinsi Kepri,” kata Ansar.
Terkait pembangunan Masjid Ar-Rahim, Ansar menjelaskan prosesnya berlangsung cukup panjang. Bantuan dari Pemprov Kepri diberikan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.
Sementara itu, Plt Asisten I Pemerintahan dan Kesra Setdako Tanjungpinang Yoni Fadri mengatakan, fungsi masjid harus terus diperluas. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat salat lima waktu, tetapi juga ruang menimba ilmu, mempererat silaturahmi, membina generasi muda, dan menyelesaikan berbagai persoalan umat.
“Atas nama Pemerintah Kota Tanjungpinang, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kepri yang turut membantu pembiayaan pembangunan Masjid Ar-Rahim ini hingga selesai,” ujar Yoni.
Yoni berharap Masjid Ar-Rahim tidak hanya ramai saat salat Jumat dan bulan Ramadan. Dia mendorong masyarakat menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan sehari-hari.
“Karena dari masjid lahir pemimpin, lahir cendekiawan, dan lahir generasi berakhlak,” katanya.
Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga turut mengapresiasi peresmian Masjid Ar-Rahim. Dia berharap keberadaan masjid tersebut memberikan kenyamanan bagi masyarakat Teluk Keriting dalam menjalankan ibadah sekaligus berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan.
“Semoga dengan dibangunnya Surau Ar-Rahim menjadi Masjid Ar-Rahim dapat meningkatkan rasa nyaman masyarakat dalam beribadah, salat, serta beraktivitas di masjid ini,” kata Ade Angga.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Ar-Rahim Teluk Keriting Ismaidi dalam laporannya menyampaikan, pembangunan masjid tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp666 juta.
Dana pembangunan berasal dari hibah Pemprov Kepri, donasi, serta bantuan masyarakat setempat. Dengan diresmikannya Masjid Ar-Rahim, masyarakat Teluk Keriting diharapkan memiliki ruang ibadah sekaligus pusat pembinaan keagamaan yang lebih representatif.