HUT ke-52 SD Inpres 18 Ambon, Panggung Seni Jadi Ruang Anak Asah Kreativitas dan Kepercayaan Diri
Ambon-Spektroom: Perayaan HUT ke-52 SD Inpres 18 Ambon di Aula RRI Ambon, Selasa (25/8/2026), menjadi momentum untuk mendorong peserta didik mengembangkan bakat, kreativitas serta keberanian tampil di depan publik.
Mewakili Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon F.F. Taso mengatakan, pentas seni merupakan bagian penting dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kreativitas anak.
Menurut Taso, panggung seni memberikan ruang bagi siswa untuk belajar disiplin, membangun kepercayaan diri, sekaligus mengenal dan mencintai seni budaya daerah.
“Pendidikan tidak hanya tentang bagaimana anak-anak memperoleh nilai akademik, tetapi juga bagaimana mereka memiliki karakter, kreativitas dan keberanian untuk mengekspresikan dirinya,” ujar Taso.
Ia mengapresiasi kepala sekolah, para guru, orang tua dan seluruh warga sekolah yang telah berkolaborasi sehingga SD Inpres 18 Ambon mampu melewati perjalanan panjang hingga memasuki usia ke-52 tahun.
Sementara itu, Kepala SD Inpres 18 Ambon Sarce E. Werluka mengatakan, perayaan tahun ini mengusung tema “Bersinar Seperti Pelangi” yang menggambarkan keberagaman potensi dan keunikan setiap peserta didik.
“Setiap anak memiliki warna dan keunikan masing-masing. Perbedaan bukan alasan untuk saling membandingkan, tetapi menjadi kekuatan untuk saling melengkapi,” kata Werluka.
Ia mengajak seluruh siswa tampil percaya diri, tidak takut melakukan kesalahan serta menjadikan pentas seni sebagai pengalaman berharga untuk mengenali dan mengembangkan potensi diri.
Menurut Werluka, keberanian tampil di depan publik merupakan bagian dari proses pendidikan yang dapat membentuk karakter anak sejak dini. Karena itu, sekolah berkomitmen menyediakan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakatnya.
Werluka juga menegaskan, SD Inpres 18 Ambon akan terus meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mengikuti perkembangan digitalisasi. Namun, kemajuan teknologi tersebut tetap akan diimbangi dengan penguatan nilai-nilai karakter, seni dan budaya.
“Digitalisasi penting untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi karakter, seni dan budaya tetap menjadi bagian yang tidak boleh ditinggalkan dalam pendidikan anak,” tegasnya.
Peringatan HUT ke-52 tersebut sekaligus menjadi refleksi perjalanan SD Inpres 18 Ambon dalam mencetak generasi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga kreatif, berkarakter dan mampu tampil percaya diri di tengah masyarakat..(EM)