Gubernur Jatim Minta Bupati/Walikota Pantau Pergerakan Harga di Daerah Masing-Masing
Madiun-Spektroom : Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa minta kepada para kepala daerah dan satgas pangan di wilayahnya secara intens melakukan pemantauan harga dan stok bahan makanan di pasar-pasar tradisional untuk mengantisipasi adanya lonjakan harga.
Permintaan itu disampaikan gubernur Khofifah pada pertemuan High Level Meeting TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) dan TP2DD se Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya (26/2/2026).
Acara yang dihadiri seluruh kepala daerah di Jawa Timur ini sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan optimalisasi transaksi Pemerintah Daerah menuju ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat menjelang hari raya Idul Fitri. Gubernur Khofifah juga mengungkapkan bahwa provinsi Jatim menjadi daerah dengan produsen padi tertinggi nasional 2025 mencapai 10.57 juta ton, sedangkan produksi beras mencapai 6.10 juta ton.
“Mari yang kita capai ini dijaga dan ditingkatkan produktivitasnya,” ajak gubernur.
Dijelaskan, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Jawa Timur hingga minggu ke-3 Februari 2026 berasal dari cabe rawit, daging ayam ras, daging sapi dan tahu mentah. Untuk itu, diharapkan masyarakat seyogyanya menanam tanaman cabe guna menekan inflasi. Sementara itu,
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Ibrahim memaparkan bahwa kinerja ekonomi Jawa Timur pada triwulan IV 2025 dan sepanjang tahun 2025 tumbuh lebih tinggi dari periode sebelumnya.
Begitupun perkembangan ekonomi Jawa Timur (Triwulan) tahun 2025 mencapai 5.85 melampaui angka di jawa yang mencapai 5.80, dan perkembangan nasional yang mencapai 5.39.
Pada High Level Meeting TPID ini juga dilakukan peluncuran Program Epik Mobile (Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota) yang disaksikan oleh beberapa kepala Daerah di Provinsi Jawa Timur, perbankan, statistik, Bulog, OJK dan OPD terkait.