Gubernur Mahyeldi Dorong Program Satu Rekening Satu Pelajar Digencarkan
Padang - Spektroom : Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meminta pemerintah daerah dan sekolah lebih aktif menjalankan Program Satu Rekening Satu Pelajar atau Kejar. Ia menilai budaya menabung sejak dini penting untuk menekan angka kemiskinan.
Hal itu disampaikan Mahyeldi saat membuka puncak peringatan Hari Indonesia Menabung yang digelar Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Sumbar di Gedung Pertemuan UPI, Kota Padang, Kamis (20/8/2026).
“Menabung adalah cara untuk menghindari kebiasaan konsumtif. Uang yang disimpan diprioritaskan untuk membiayai keperluan yang bersifat produktif. Oleh karena itu budaya menabung harus diterapkan sejak dini,” ujar Mahyeldi.
Jika pelajar terbiasa menabung, ke depan masyarakat lebih bijak mengelola keuangan. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan.
Kepala OJK Sumbar, Roni Nazra menyebut animo pelajar Sumbar terhadap program Kejar cukup tinggi. Hingga 2026, total simpanan pelajar melalui program ini mencapai Rp262,48 miliar. Angka tersebut tersebar dalam 1,48 juta rekening pelajar di seluruh Sumbar.
“Capaian tersebut menjadi salah 1 indikator positif dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar. Program Kejar juga menjadi sarana untuk mengenalkan pengelolaan keuangan secara bijak kepada generasi muda,” kata Roni.
Hari Indonesia Menabung ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019. OJK kemudian mewujudkannya melalui Program Kejar dengan mendorong setiap pelajar memiliki rekening simpanan.
Puncak peringatan di Padang diikuti sekitar 500 pelajar dari berbagai sekolah. Dalam kegiatan tersebut juga digelar edukasi pengelolaan keuangan dan pemberian penghargaan kepada lembaga jasa keuangan serta sekolah yang aktif merealisasikan Program Kejar.
Dengan capaian saat ini, OJK dan Pemprov Sumbar menargetkan cakupan Program Kejar terus bertambah agar budaya menabung semakin mengakar di kalangan pelajar.