Gubernur Papua Barat Pastikan Tidak Ada Intervensi Dalam Proses Pemilihan Calon Ketua KONI
Manokwari-Spektroom : Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, memastikan tidak ada intervensi dalam proses pemilihan calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat. Hal tersebut disampaikan saat memimpin apel di halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Senin,07 September 2026.
Dominggus mempersilahkan seluruh kandidat yang ingin maju merebut kursi Ketua KONI Papua Barat untuk mengikuti proses secara terbuka.
"Saya mempersilakan seluruh kandidat yang ingin maju merebut kursi Ketua KONI Papua Barat untuk mengikuti proses secara terbuka dan tidak ada bentuk intervensi dari pemerintah,"tegas Dominggus.
Ia mengaku kerap didatangi sejumlah pihak yang meminta saran dan pendapatnya terkait pemilihan calon ketua KONI, namun ia memastikan tidak memberikan intervensi apa pun.
“Silakan ya, semua kandidat yang ingin maju untuk merebut kursi Ketua KONI Papua Barat. Banyak yang datang meminta saran dan pendapat untuk memilih calon ketua KONI, dan saya tegaskan tidak ada intervensi,” ujar Dominggus.
Gubernur Papua Barat, juga mempersilakan para pemimpin cabang olahraga (cabor) untuk menentukan pilihan dan dukungan masing-masing secara bebas dalam proses pemilihan tersebut. Sedangkan untuk menunjang penyelenggaraan Musprov, pihaknya telah menyediakan anggaran.
Iapun membantah kabar yang beredar bahwa dirinya mendukung salah satu kandidat tertentu dengan memberikan uang sebesar Rp500 juta.
“Ada informasi yang beredar di luar sana bahwa saya dukung kandidat tertentu dengan uang Rp500 juta. Itu uang dari mana? Saya sendiri, maju gubernur kemarin, punya utang masih banyak,” ujarnya.
Dana sebesar Rp500 juta yang dimaksud ungkapnya, merupakan anggaran resmi yang telah dialokasikan untuk pelaksanaan Musprov KONI dan setelah dilakukan koordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), anggaran tersebut bertambah menjadi Rp600 juta.
“Rp500 juta itu uang yang kita sudah anggarkan untuk Musprov KONI, dan kita sudah koordinasi dengan DPRP sehingga ada tambahan menjadi Rp600 juta,” tutup sang Gubernur PB.
Sementara persiapan menuju Musprov Koni Papua Barat sedang dilakukan, antara lain Agenda Konsultasi: Rapat koordinasi awal untuk menentukan waktu, tempat, serta tim penjaringan bakal calon Ketua Umum KONI Papua Barat dijadwalkan berlangsung September 2026 ini.