Guru MIN 2 Katingan Ubah Lagu Viral Jadi Media Belajar SKI, Ditonton 700 Ribu Kali

Guru MIN 2 Katingan Ubah Lagu Viral Jadi Media Belajar SKI, Ditonton 700 Ribu Kali
Hadi Saputra, guru MIN 2 Katingan, ( Foto : Ist)

Katingan - Spektroom : Belajar Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) tidak selalu harus berlangsung dengan membaca buku dan menghafalkan materi. Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Katingan, Kalimantan Tengah, kreativitas guru menghadirkan cara berbeda dengan memanfaatkan lagu populer sebagai media pembelajaran.

Adalah Hadi Saputra, guru MIN 2 Katingan, yang mengemas materi SKI untuk siswa kelas IV melalui lagu populer “My Mine Gue” (MMG) dari Naykilla. Lagu tersebut dimodifikasi menjadi lirik sederhana yang memuat materi Bab 2 tentang Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Thaif.

Melalui metode itu, siswa diajak menyanyikan lirik secara berulang. Cara tersebut diharapkan membuat materi lebih mudah dipahami sekaligus membantu siswa mengingat poin-poin penting tentang perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW.

Hadi mengatakan, ide tersebut muncul dari keseharian siswa yang tidak dapat dipisahkan dari musik, gawai, dan budaya digital.

“Saya mencoba mencari cara agar materi SKI tidak hanya dipahami di dalam kelas, tetapi juga mudah diingat. Karena anak-anak sangat dekat dengan musik dan lagu, saya mencoba mengemas materi Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Thaif dalam bentuk lagu yang mereka kenal,” ujar Hadi, seperti dikutip dari unggahan Humas MIN 2 Katingan, Selasa (18/8/2026).

Metode pembelajaran kreatif itu kemudian mendapat perhatian lebih luas setelah video pembelajaran diunggah melalui akun media sosial @arabiyahtalks di TikTok dan Instagram.

Video tersebut masuk dalam rekomendasi For You Page (FYP) dan secara keseluruhan telah ditonton lebih dari 700 ribu kali. Konten itu juga dibagikan ulang oleh akun publik @inifop, yang menyoroti kreativitas guru MIN 2 Katingan dalam memanfaatkan lagu populer sebagai media belajar.

Bagi Hadi, tingginya respons warganet bukanlah tujuan utama. Perhatian publik justru menjadi bonus dari upayanya mencari metode belajar yang sesuai dengan karakter anak-anak generasi Alpha.

Ia berharap penggunaan lagu dalam pembelajaran dapat membuat SKI terasa lebih menyenangkan tanpa mengurangi substansi materi maupun nilai-nilai keislaman yang harus dipahami peserta didik.

Pendekatan tersebut juga menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dan budaya digital tidak selalu menjadi tantangan bagi dunia pendidikan. Dengan pemanfaatan yang tepat, keduanya dapat menjadi sarana untuk menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Bagi generasi yang tumbuh bersama media sosial, lagu viral mungkin sekadar hiburan. Namun di tangan guru kreatif, lagu tersebut dapat berubah menjadi jembatan untuk mengenalkan sejarah, agama, sekaligus nilai keteladanan.

Dari ruang kelas IV MIN 2 Katingan, pembelajaran SKI pun menemukan cara baru untuk berbicara dalam bahasa generasi yang tumbuh bersama dunia digital.

Berita terkait

BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Jember – Spektroom: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali melakukan penanganan dampak kekeringan dengan mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat di Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Selasa (18/08/2026). Kegiatan tersebut merupakan pendistribusian bantuan air bersih ke-3 di wilayah Desa Kaliwining. Berdasarkan

Budi Sucahyono, Buang Supeno
Walikota Batam, buka orientasi pengenalan kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Negeri Batam.

Walikota Batam, buka orientasi pengenalan kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Negeri Batam.

Batam- Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Pesan tersebut disampaikan Amsakar saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Negeri Batam di Auditorium Gedung Utama Politeknik Negeri Batam, Selasa

Desmawati, Buang Supeno