BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
Bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan (Foto BPBD Jember)

Jember – Spektroom: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali melakukan penanganan dampak kekeringan dengan mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat di Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Selasa (18/08/2026).

Kegiatan tersebut merupakan pendistribusian bantuan air bersih ke-3 di wilayah Desa Kaliwining. Berdasarkan hasil penanganan dan pendataan di lapangan, sebanyak 120 kepala keluarga (KK) terdampak kondisi kekurangan air bersih yang terjadi akibat menurunnya ketersediaan sumber air memasuki musim kemarau.

Kondisi kekeringan mulai dirasakan masyarakat sejak akhir Juli 2026. Di wilayah RW 13, belum tersedia jaringan pipanisasi sehingga warga selama ini mengandalkan sumur sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, memasuki musim kemarau, debit air sumur mulai menurun, sebagian sumur mengering, dan air yang tersedia mulai mengeluarkan bau kurang sedap.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember bergerak menuju lokasi pada pukul 15.45 WIB dan tiba sekitar pukul 16.15 WIB. Setelah melakukan koordinasi dengan perangkat wilayah, petugas langsung mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter ke tandon BPBD yang telah tersedia.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Rezha Pratama, mengatakan bahwa distribusi air bersih dilakukan sebagai respons terhadap kondisi sumber air warga yang mulai mengalami penurunan.

“Berdasarkan kondisi di lapangan, warga mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena sebagian sumur mengalami penurunan debit, bahkan ada yang mengering dan airnya mulai berbau. Distribusi air bersih ini merupakan langkah untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama kondisi tersebut berlangsung,” ungkap Rezha.

Menurutnya, penanganan kekeringan membutuhkan pemantauan secara berkala dan kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, relawan, serta masyarakat.

“Kami terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di wilayah terdampak. Selain bantuan air bersih, edukasi kepada masyarakat juga penting agar penggunaan air dapat dilakukan secara bijak dan tempat penampungan tetap terjaga kebersihannya,” tambahnya.

BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan distribusi air bersih dilakukan secara berkala dengan kapasitas 5.000 liter setiap empat hari sekali, menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kondisi sumber air di lapangan.

Kegiatan pendistribusian air bersih melibatkan BPBD Kabupaten Jember, perangkat desa, relawan, dan warga. Seluruh rangkaian penanganan berjalan lancar tanpa kendala dan selesai pada pukul 17.00 WIB.

Melalui distribusi air bersih secara berkala dan koordinasi lintas sektor, BPBD Jember berupaya memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar. Di sisi lain, penanganan jangka panjang terhadap sumber air juga diperlukan agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan selama musim kemarau. (budi)

Berita terkait

Merdeka dengan Literasi Keuangan, 300 Perempuan Desa Paloan Belajar Menata Masa Depan

Merdeka dengan Literasi Keuangan, 300 Perempuan Desa Paloan Belajar Menata Masa Depan

Landak - Spektroom : Di tengah gegap gempita perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ratusan perempuan di Desa Paloan, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, memilih merayakan kemerdekaan dengan cara berbeda. Sebanyak 300 perempuan mengikuti pelatihan literasi keuangan yang digelar Yayasan Karya Dua Anyam (YKDA) bersama Pemerintah

Apolonius Welly, Buang Supeno
Walikota Batam, buka orientasi pengenalan kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Negeri Batam.

Walikota Batam, buka orientasi pengenalan kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Negeri Batam.

Batam- Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Pesan tersebut disampaikan Amsakar saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Negeri Batam di Auditorium Gedung Utama Politeknik Negeri Batam, Selasa

Desmawati, Buang Supeno