Merdeka dengan Literasi Keuangan, 300 Perempuan Desa Paloan Belajar Menata Masa Depan

Merdeka dengan Literasi Keuangan, 300 Perempuan Desa Paloan Belajar Menata Masa Depan
Mereka adalah perempuan perempuan desa yg belajar mengelola masa depan . Diantaranya bagaimana mengelola keuangan keluarga . Foto: Spektroom

Landak - Spektroom : Di tengah gegap gempita perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ratusan perempuan di Desa Paloan, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, memilih merayakan kemerdekaan dengan cara berbeda.


Sebanyak 300 perempuan mengikuti pelatihan literasi keuangan yang digelar Yayasan Karya Dua Anyam (YKDA) bersama Pemerintah Kabupaten Landak, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 22 Universitas Tanjungpura, dan Pemuda Katolik Kabupaten Landak, Selasa (18/8/2026).


Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui peningkatan kemampuan perempuan dalam mengelola keuangan.


Di balik kegiatan itu, terdapat persoalan sosial yang masih dihadapi perempuan di Kabupaten Landak. Data Pemerintah Kabupaten Landak menunjukkan perempuan masih menjadi kelompok rentan terhadap berbagai persoalan, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, eksploitasi, hingga keterbatasan akses terhadap perlindungan hukum dan ekonomi.
Sementara itu, angka kemiskinan Kabupaten Landak pada 2024 tercatat sekitar 8,98 persen atau sekitar 35 ribu penduduk.


Dalam kondisi tersebut, literasi keuangan dinilai menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga.


“Kami ingin perempuan tidak hanya menjadi pengelola keuangan sehari-hari, tetapi juga mampu merencanakan masa depan keluarganya,” kata perwakilan Yayasan Karya Dua Anyam, Iqbal Alma.


Melalui Program SHE CAN, YKDA menargetkan sebanyak 3.000 perempuan rentan di Kabupaten Landak mendapatkan pelatihan literasi keuangan sepanjang 2026. Hingga Juli 2026, lebih dari 1.600 perempuan telah menjadi penerima manfaat program tersebut.


Program tersebut merupakan hasil kolaborasi DBS Foundation, The Asia Foundation, dan Yayasan Karya Dua Anyam yang menargetkan 80.000 perempuan rentan secara finansial di Kalimantan Barat selama tiga tahun.


Asisten Pembangunan dan Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Landak, John Hetli, mengatakan pembangunan manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisik daerah.


“Selain infrastruktur, pembangunan manusia adalah prioritas. Melalui pelatihan ini, perempuan diharapkan mampu menyusun perencanaan keuangan keluarga yang lebih baik,” ujarnya.


John juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai tawaran investasi ilegal yang menjanjikan keuntungan secara instan.


Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Landak, Margareta. Ia menilai pelatihan literasi keuangan menjadi “oleh-oleh kemerdekaan” yang bernilai bagi masyarakat Desa Paloan.


Menurutnya, pengetahuan yang diberikan dapat langsung diterapkan perempuan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam mengatur pemasukan, pengeluaran, serta merencanakan kebutuhan keluarga.


Sementara itu, hasil temuan mahasiswa KKM 22 Universitas Tanjungpura selama berada di Desa Paloan menunjukkan masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi perempuan. Persoalan tersebut antara lain dampak perjudian, tingginya harga kebutuhan pokok, hingga rendahnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan.


Bagi para peserta, pelatihan itu bukan sekadar belajar menghitung pemasukan dan pengeluaran. Lebih jauh, literasi keuangan menjadi bekal untuk mengambil keputusan ekonomi secara lebih mandiri.


Di tengah perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kemerdekaan di Desa Paloan hadir dalam bentuk berbeda: pengetahuan yang membuka ruang bagi perempuan untuk lebih mandiri, memperkuat ekonomi keluarga, dan memutus rantai kerentanan.


Kemerdekaan pun tak hanya dirayakan melalui pengibaran bendera. Di pelosok Landak, kemerdekaan juga dirawat melalui keterampilan dan pengetahuan yang memberi harapan bagi ratusan perempuan untuk menentukan masa depan keluarganya.

Berita terkait

BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Jember – Spektroom: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali melakukan penanganan dampak kekeringan dengan mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat di Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Selasa (18/08/2026). Kegiatan tersebut merupakan pendistribusian bantuan air bersih ke-3 di wilayah Desa Kaliwining. Berdasarkan

Budi Sucahyono, Buang Supeno
Walikota Batam, buka orientasi pengenalan kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Negeri Batam.

Walikota Batam, buka orientasi pengenalan kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Negeri Batam.

Batam- Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Pesan tersebut disampaikan Amsakar saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Negeri Batam di Auditorium Gedung Utama Politeknik Negeri Batam, Selasa

Desmawati, Buang Supeno