Trending

Hadapi Ancaman Karhutla dan Krisis Air Bersih, Polres SBB Siagakan Empat Armada Multifungsi

Hadapi Ancaman Karhutla dan Krisis Air Bersih, Polres SBB Siagakan Empat Armada Multifungsi
Polres Seram Bagian Barat (SBB), menyiagakan empat unit armada multifungsi untuk mendukung penanganan karhutla. (Foto: Humas Polres SBB)

Seram Bagian Barat–Spektroom : Polres Seram Bagian Barat (SBB), Polda Maluku, menyiagakan empat unit armada multifungsi untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus membantu distribusi air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini menjadi upaya konkret kepolisian dalam mengantisipasi risiko kebakaran dan dampak musim kering yang dapat mengganggu ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Empat armada tersebut memanfaatkan kendaraan dinas double cabin Isuzu D-Max milik Polres SBB yang disiapkan untuk mendukung mobilisasi peralatan pemadaman serta penyaluran air sesuai kebutuhan di lapangan. Terobosan atas petunjuk Kapolres SBB AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., ini menempatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana dan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat sebagai dua prioritas yang saling berkaitan. Di tengah ancaman kebakaran vegetasi dan kondisi cuaca kering, kehadiran armada diharapkan memperkuat respons awal sekaligus memperluas jangkauan bantuan kepada warga. Langkah tersebut juga mencerminkan semangat "Polisi Bersama Masyarakat", yakni kehadiran Polri yang tidak hanya berorientasi pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian, perlindungan lingkungan, dan pelayanan kemanusiaan. Kapolres SBB AKBP Refindo Pradikta Rulando menegaskan, kesiapan armada merupakan bagian dari upaya Polres SBB untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang responsif terhadap persoalan nyata masyarakat, baik dalam situasi darurat kebakaran maupun ketika warga menghadapi kesulitan memperoleh air bersih. “Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Karena itu, kami menyiapkan empat armada multifungsi yang dapat mendukung penanganan awal karhutla sekaligus membantu distribusi air bersih sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan,” ujar Kapolres SBB. Satu unit kendaraan disiapkan untuk mendukung wilayah Taniwel dan Taniwel Timur. Satu unit lainnya melayani wilayah Kairatu Raya, dengan cakupan Kairatu, Kairatu Timur, dan Waesama. Sementara itu, dua unit ditempatkan untuk mendukung wilayah Piru hingga Kawa. Pembagian armada ini dirancang untuk mendekatkan dukungan operasional dengan wilayah yang membutuhkan, mempermudah mobilisasi peralatan, serta memperkuat koordinasi ketika terjadi kebakaran atau masyarakat memerlukan bantuan air bersih. Dengan kesiapan armada dan peralatan pendukung tersebut, personel diharapkan dapat bergerak lebih cepat ketika menerima informasi kejadian. Penanganan kebakaran tetap memerlukan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk unsur pemadam kebakaran dan pemerintah daerah, agar upaya pengendalian api berlangsung efektif dan aman. Fenomena El Niño dapat meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah, bergantung pada intensitas dan kondisi iklim setempat. Berkurangnya curah hujan dan ketersediaan air berpotensi meningkatkan kerawanan kebakaran vegetasi sekaligus mengganggu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Dalam konteks tersebut, langkah Polres SBB memiliki dua dimensi strategis, yakni memperkuat kesiapsiagaan terhadap karhutla dan mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga melalui distribusi air bersih. Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K. menegaskan, kesiapan empat armada multifungsi Polres SBB merupakan wujud kehadiran Polri dalam membantu masyarakat menghadapi ancaman karhutla dan kesulitan air bersih. “Polri harus hadir melalui aksi nyata, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi persoalan lingkungan dan kebutuhan dasar,” ujarnya. Ia mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, segera melaporkan titik api, serta menyampaikan informasi apabila membutuhkan bantuan air bersih. “Penanganan karhutla dan dampak kekeringan membutuhkan kerja sama semua pihak. Melalui semangat "Polisi Bersama Masyarakat", kami mendorong kepedulian dan gotong royong agar upaya pencegahan maupun penyaluran bantuan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” tutupnya. Masyarakat diharapkan menyampaikan informasi mengenai lokasi kejadian, kondisi yang dihadapi, serta akses menuju titik sasaran agar koordinasi dan penentuan kebutuhan bantuan dapat dilakukan secara lebih efektif. (EM)

Berita terkait

Pembangunan Infrastruktur dan Pertumbuhan Ekonomi Perlu Ditopang Kehidupan Beragama Yang Religius

Pembangunan Infrastruktur dan Pertumbuhan Ekonomi Perlu Ditopang Kehidupan Beragama Yang Religius

Pringsewu - Spektroom: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai agama. Menurut Gubernur, pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi perlu ditopang oleh kehidupan beragama yang baik agar kemajuan daerah turut membentuk masyarakat dan pemimpin yang berakhlak. “Percuma kita membangun SDM,

Anggoro AP
Gubernur Mirza Pimpin Rapat Optimalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Desaku Maju

Gubernur Mirza Pimpin Rapat Optimalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Desaku Maju

Bandarlampung - Spektroom: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya kepemimpinan dalam memajukan desa dan kelurahan. Menurutnya, pemimpin yang inovatif dan dekat dengan warga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur saat memimpin Rapat Optimalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Desaku Maju, di rumah jabatan gubernur, Mahan Agung, Bandarlampung, Jumat

Anggoro AP