Hadapi Nataru, Cadangan Pangan Sangat Mencukupi, Meski Ada Kendala Dikomoditas Holtikultura

Hadapi Nataru, Cadangan Pangan Sangat Mencukupi, Meski Ada Kendala Dikomoditas Holtikultura
Andi Amran Sulaiman - Direktur BAPANAS (Foto Capture YouTube Kemendagri

Spektroom -Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta Pusat, yang digelar secara hybrid bersama kementerian/lembaga terkait, Senin (22/12/25).

Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi tersebut dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah Dalam Program 3 Juta Rumah.

Membuka Rakor TPID, Tomsi Tohir menghimbau semua untuk memonitor cuaca , karena mengalami curah hujan yang tinggi


” Kami meminta untuk terus memonitor laporan ramalan cuaca berkaitan dengan cuaca ekstrem di sebagaian daerah sehingga kita bisa mengantisipasi dengan pengalaman di Daerah Sumatera Bagian Utara kita bisa memprediksi kaitan aliran sungai, turunnya lumpur, hujan deras yang mengakibatkan jalan dan jembatan yang putus”, pesannya

Dengan melihat kondisi tersebut Kepala Daerah dan Dinas terkait bisa antisipasi dan siaga dengan peralatannya.

Diforum yang sama Direktur Badan Pangan Nasional (BAPANAS) , Andi Amran Sulaiman mengatakan menghadapi Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Natari) serta libur snak sekolah Secara nasional, ketersediaan pangan sangat mencukupi, namun komoditas hortikultura ada sedikit kendala khususnya bawang merah dan Cabai.

audio-thumbnail
Voice Amran Sulaeman
0:00
/94.815375

"Cadangan pangan kita secara agregat sebetulnya cukup, tersedia. Namun memang ada penakanan-penakanan tertentu, terutama kondisi hortikultura seperti bawang merah dan cabai,  karena memang musim hujan biasanya akan berpengaruh pada pasokan, yang terkait erat dengan panen" terang Amran Sulaiman.

Menurutnya, para petani biasanya pada musim hujan akan sebagian mungkin tidak memanen. Ini yang menyebabkan  pasokan ke pasar mengalami gangguan.

Jika dalam  kondisi cuaca normal,  pada musim tanam  maupun panen cenderung normal, namun dengan adanya perubahan cuaca, menyebabkan para petani sebagian tidak dilakukan tanam dan memanen, sehingga mengurangi pasokan atau mengganggu pasokan di pasar. 

Pada bagian lain penjelasannya, terkait dengan harga, di zona 3, wilayah Maluku-Papua,  ada beberapa komoditas yang memerlukan perhatian khusus, seperti beras, baik medium maupun premium. 

"Ini memang karena faktor distribusi yang membutuhkan biaya tidak sedikit, terutama di daerah-daerah yang sulit transportasi. Yang berikutnya kondisi cabai, memang mengalami kenaikan termasuk bawang merah" ujarnnya lagi.

Sedangkan untuk harga, terus Amran sudah di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP), baik cabai rawit maupun cabai merah,  termasuk jagung untuk pakan ternak.

"namun demikian jagung masih tertolong karena harga telur di tingkat pertenak cukup bagus, sekitar Rp.26.000-Rp27.000/ kg sehingga memang pertenak tidak terlalu khawatir, harga jagung tinggi, karena harga telurnya masih sangat baik" pungkasnya.(@Ng).

Berita terkait

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Sawahlunto Anjangsana ke Purnawirawan dan Warakawuri Polri

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Sawahlunto Anjangsana ke Purnawirawan dan Warakawuri Polri

Sawahlunto-Spektroom : Menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Sawahlunto menggelar kegiatan anjangsana ke kediaman para purnawirawan Polri dan warakawuri sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian mereka kepada institusi Kepolisian Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (20/6/2026) itu dipimpin langsung oleh Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana

Riswan Idris, Rafles
DPRD Sawahlunto Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Menjadi Perda, Pemko Diminta Tindak Lanjuti Sejumlah Catatan

DPRD Sawahlunto Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Menjadi Perda, Pemko Diminta Tindak Lanjuti Sejumlah Catatan

Sawwhlunto–Spektroom : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sawahlunto secara aklamasi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kota Sawahlunto, Sabtu (20/6/2026). Persetujuan tersebut diberikan setelah seluruh fraksi di

Riswan Idris, Rafles
Hadirkan Wamenkum RI, Pemkab Sleman Bahas Penyelarasan Perda Pasca Lahirnya UU Penyesuaian Pidana

Hadirkan Wamenkum RI, Pemkab Sleman Bahas Penyelarasan Perda Pasca Lahirnya UU Penyesuaian Pidana

Sleman–Spektroom : Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar talk show bertajuk Penyelarasan Peraturan Daerah Pasca Lahirnya Undang-Undang Penyesuaian Pidana yang dirangkai dengan peluncuran buku Bantuan Hukum Masyarakat Miskin, Membangun Keadilan di Bumi Sembada yang berlangsung di Pendopo Parasamya Kantor Setda Sleman, Sabtu (20/6/2026). Acara yang diinisiasi Bagian Hukum Sekretariat Daerah

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Mukerprov PBSI Sumbar Fokus Sukseskan Porprov 2026 dan Perkuat Pembinaan Atlet

Mukerprov PBSI Sumbar Fokus Sukseskan Porprov 2026 dan Perkuat Pembinaan Atlet

Padang-Spektroom : Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumatera Barat menggelar Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) di Hawker Bistro Padang, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema "Bersinergi Membangun Perbulutangkisan Sumatera Barat" itu menjadi momentum menyatukan langkah seluruh pengurus PBSI se-Sumbar dalam menghadapi berbagai agenda pembinaan dan

Rafles