Hadiri Jamnas di Buperta Cibubur, Wagub Lampung Terima Penghargaan Lencana Karya Bakti Pramuka
Cibubur - Spektroom: Peringatan Hari Pramuka ke-65 dan Pembukaan Jambore Nasional ke-12 tahun 2026 di Lapangan Utama Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur, Jum'at petang, 14 Agustus 2026, menjadi momen istimewa bagi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela Chalim.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Lampung ini menerima penghargaan Lencana Karya Bakti, tanda penghargaan yang diberikan kepada anggota Gerakan Pramuka yang dengan keikhlasan, pengorbanan, disiplin dan keberaniannya telah terlibat langsung dan aktif dalam upaya penanggulangan bencana yang merupakan bencana nasional, sehingga bermanfaat bagi kepramukaan, masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam laporannya Ketua Kwartir Nasional (Kakwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso menyampaikan, 65 tahun perjalanan Gerakan Pramuka, sebuah perjalanan yang cukup panjang dengan dipenuhi pengabdian, karya, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta tanah air yang kokoh dan kuat.
Dari generasi ke generasi, lanjut Buwas, Gerakan Pramuka telah melahirkan pemimpin, para pendidik, ilmuwan, aparatur negara, tokoh masyarakat, wira usahawan, relawan kemanusiaan, hingga berbagai profesi lainnya yang telah mengabdikan kemampuannya yang terbaik untuk negara kesatuan Republik Indonesia.
Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional ke-12 tahun 2026 mengusung tema berkreasi, berinovasi, terampil, dan mandiri untuk mendukung swasembada pangan", tema ini menurut Buwas, merupakan wujud komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung astacita kedua Presiden tentang swasembada pangan, sebagai penguatanan dan ketahanan pangan nasional.
"Kami membangun swasembada pangan bukan semata persoalan produksi, namun didalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengolahan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk mengenal dan ikut menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya" ujar Buwas dalam laporannya.
Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erik Tohir, membacakan amanat Presiden Prabowo Subianto menyebutkan, Indonesia membutuhkan anak-anak muda yang patriotik, cinta kepada bangsa dan negaranya, yang gigih, tidak mudah menyerah menghadapi kesulitan, yang berempati, peduli kepada sesama, dan mau membantu ketika orang lain membutuhkan.
"Anak-anak muda yang patriotik, cinta kepada bangsa dan negaranya, yang gigih, tidak mudah menyerah menghadapi kesulitan, yang berempati, peduli kepada sesama, dan mau membantu ketika orang lain membutuhkan" ujar Presiden disampaikan Menpora Erik Tohir.
Inilah karakter generasi muda Indonesia yang harus dibangun dan telah di formulasikan dalam desain besar karakter pemuda Indonesia yang disusun Kemenpora.
Menurut Menpora, karakter tidak terbentuk dalam satu hari dan tidak cukup hanya melalui pelajaran di dalam kelas. Karakter dibentuk melalui latihan. Pengalaman, keteladanan, dan lingkungan yang baik.
"Karena itu, pembinaan keperamukan harus menjadi perhatian kita bersama. Pembinaan ini dibebankan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Science, dan dan teknologi, karena pembentukan generasi muda kita berlangsung sejak mereka berada di bangku sekolah sampai perguruan tinggi.
Erik Tohir juga menerangkan, nilai-nilai pramuka tidak merubah disiplin, gotong royong dan kepedulian kepada sesama dan tetap harus dipegang, namun zaman berubah karena itu Pramuka juga harus berkembang dan semakin dekat dengan kehidupan anak-anak muda Indonesia.(@Ng).