Halal Bihalal PAWARTOS Kalteng: Perkuat Persaudaraan, Teguhkan Nilai Amal Jariyah

Halal Bihalal PAWARTOS Kalteng: Perkuat Persaudaraan, Teguhkan Nilai Amal Jariyah
Ketua PAWARTOS Kalteng, Drs. H. Pujo Harianto, dalam sambutannya di Sekretariat Palangka Raya. (Foto: Eko/istimewa)

Palangka Raya-Spektroom : Perkumpulan Warga Jawa Perantau Saklawase (PAWARTOS) Kalimantan Tengah menggelar halal bihalal di Sekretariat jalan Dahlia Nomor 10 PCPR Palangka Raya, Minggu (29/3/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus penguatan nilai keagamaan bagi para perantau Jawa yang bermukim di Bumi Tambun Bungai.

Ketua PAWARTOS Kalteng, Drs. H. Pujo Harianto, dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi ini berdiri sejak 2016 hadir sebagai wadah pemersatu warga Jawa perantau yang telah ber-KTP Kalteng dan bersifat non-partai politik.


“PAWARTOS KALTENG bertujuan mempererat persaudaraan para perantau dari Jawa, meningkatkan kesejahteraan dan wawasan, serta ikut berpartisipasi dalam pembangunan dan mendukung program kerja Gubernur Kalteng dan Wali Kota Palangka Raya,” ujarnya.

Kegiatan halal bihalal tahun ini diisi dengan siraman rohani oleh Ustad Saemuri Adnan, S.Ag., M.Pd. Dalam pengantarnya, ia sempat mengira PAWARTOS adalah media, namun kemudian menyadari bahwa ini adalah perkumpulan perantau yang solid dan penuh semangat kebersamaan.


Dalam siraman rohani bertema “Amal Jariyah, Pahala yang Tidak Terputus”, Ustad Saemuri mengingatkan pentingnya investasi amal yang terus mengalir meski seseorang telah wafat. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa amal manusia akan terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh.

Disela siraman rohani, ustad Saemuri menyelipkan canda guyonan Jawa yang khas, melihat anggota PAWARTOS KALTENG terdiri lintas generasi muda, tua dan lansia bahkan sepuh.

Ustad Saemuri Adnan, S. Ag., M. Pd saat menyampaikan siraman rohani. (Foto: Eko /istimewa)

Tak berhenti di situ, ia juga menguraikan empat pilar kebaikan dunia dan akhirat, yakni hati yang bersyukur, lisan yang berdzikir, kesabaran dalam menghadapi ujian, serta pasangan hidup yang salehah.


“Kalau empat ini ada dalam hidup seseorang, itu paket lengkap bonus dunia dapat, akhirat juga aman,” ucapnya lugas.


Ia menjelaskan bahwa hati yang bersyukur akan menjaga seseorang dari kufur nikmat, sementara lisan yang berdzikir akan menenangkan jiwa. Kesabaran menjadi kunci menghadapi ujian hidup, dan pasangan yang salehah menjadi penopang utama dalam menjaga keseimbangan dunia dan agama.

Foto bersama Pengurus, Penasihat dan Tim. (Foto: Eko/ istimewa)

Melalui momentum halal bihalal ini, PAWARTOS Kalteng tak hanya mempererat internal anggotanya, tetapi juga membuka ruang silaturahmi yang lebih luas. Ke depan, PAWARTOS mengajak berbagai paguyuban dan komunitas yang ada di Palangka Raya untuk bersama-sama membangun kebersamaan lintas budaya, memperkuat persatuan, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah. (Polin)

Berita terkait

Jaringan Irigasi Di Bali Di Rebahilitasi  Untuk Perkuat Produksi Pangan

Jaringan Irigasi Di Bali Di Rebahilitasi  Untuk Perkuat Produksi Pangan

Jakarta – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi guna mendorong produktivitas pangan di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Bali. Melalui pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk

Nurana Diah Dhayanti
Pemko Sawahlunto Gerak Cepat Tangani Kebakaran di Desa Santur, Bantuan Darurat dan Layanan Administrasi Langsung Disalurkan

Pemko Sawahlunto Gerak Cepat Tangani Kebakaran di Desa Santur, Bantuan Darurat dan Layanan Administrasi Langsung Disalurkan

Sawahlunto-Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang menghanguskan dua unit rumah warga di Desa Santur, Kecamatan Barangin, pada Senin malam. Dua rumah yang terbakar diketahui milik warga bernama Jumiran dan Rahma Geni Saputra. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, tepatnya Selasa pagi (21/4/2026), Wali Kota

Riswan Idris, Buang Supeno