Trending

Harga Ayam Naik, Pemkot Palangka Raya Turun Tangan Lewat Subsidi Pasar Murah

Harga Ayam Naik, Pemkot Palangka Raya Turun Tangan Lewat Subsidi Pasar Murah
Poster Operasi Pasar Daging Ayam Broiler Bersubsidi dipasang pada lapak penjual. (Foto: Dok. MC PRaya)

Palangka Raya-Spektroom :
Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Palangka Raya bergerak cepat menahan laju kenaikan harga ayam broiler. Lewat operasi pasar bersubsidi, warga diberi ruang bernapas terutama umat Islam yang akan merayakan Idul Fitri di tengah tren harga yang mulai merangkak naik.

Langkah intervensi ini dijalankan Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) bersama Satgas Pangan dengan menggelar pasar bersubsidi di sejumlah titik strategis, yakni Pasar Besar, Pasar Kahayan, dan Pasar Rajawali pada 17–20 Maret 2026.

Pelaksana Tugas Kepala DPKUKMP Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, menegaskan bahwa intervensi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan respons konkret atas dinamika harga di lapangan.

“Kami ingin masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika permintaan meningkat,” ujarnya Rabu, (18/03/2026).

Skema subsidi yang diterapkan cukup sederhana tapi berdampak langsung. Pemerintah menutup selisih antara harga pasar dan Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga pedagang tetap bisa menjual dengan harga normal tanpa merugi.

“Kalau harga pasar tembus Rp45 ribu per kilogram, selisihnya kami tanggung agar tetap sesuai HET,” jelas Samsul.

Di sisi lain, pemerintah memastikan kondisi pasokan pangan relatif aman. Komoditas seperti beras, bawang, telur, hingga daging disebut masih tersedia dalam jumlah cukup, bahkan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan hingga satu sampai dua bulan setelah Lebaran.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tetap rasional dalam berbelanja. Lonjakan permintaan yang tidak terkendali justru berpotensi memperparah gejolak harga di pasar. Sementara itu, harga cabai memang masih tinggi, namun dinilai stabil.

Langkah subsidi ini bukan sekadar menekan angka di papan harga, tapi menjaga daya beli warga tetap terjangkau di tengah momen yang selalu sensitif. Bagi masyarakat, ini sinyal jelas: stok aman, harga dijaga tak perlu panik, apalagi borong berlebihan. Lebaran seharusnya harga hajat hidup tetap terasa nyaman, bukan ikut mahal atau menekan. (Polin Gusti/ndik)

Berita terkait

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025,  Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Ambon-Spektroom: Provinsi Maluku kembali menunjukkan capaian positif dalam pembangunan kepemudaan di tingkat nasional. Prestasi tersebut diperoleh melalui peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2025, Maluku berhasil menempati posisi Terbaik Ketiga Nasional, sebuah prestasi yang mencerminkan kerja bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Penghargaan ini diterima Gubernur Maluku, Hendrik

Yantje Lekatompessy, Pelinus Latuheru
Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Banyuwangi-Spektroom :  Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melantik 73 pejabat pengawas yang akan bertugas di kelurahan dan kecamatan, di Aula Rempeg Jogopati, Kamis malam (29/10/2026). Dalam sambutannya, Bupati Ipuk Fiestiandani meminta kepada seluruh jajaran kecamatan dan kelurahan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Seperti melayani dengan ramah dan senyuman,

Julianto