Harga Pangan di Pontianak Stabil, Tapi Beberapa Komoditas Mulai Naik

Harga Pangan di Pontianak Stabil, Tapi Beberapa Komoditas Mulai Naik
Pasar Flamboyan, salah satu Pasar Pangan terbesar dikota Pontianak.

Spektroom – Harga pangan pokok di Kota Pontianak secara umum masih terpantau stabil, meskipun ada beberapa komoditas yang mulai menunjukkan kenaikan harga.

Informasi ini disampaikan oleh Muhammad, petugas pendataan harga pangan pokok dari Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak. Jumat (24/10/2025).

Dari hasil pantauan di Pasar Flamboyan, sebagian besar harga bahan pokok seperti beras, tepung, minyak goreng, dan daging masih berada di kisaran harga sebelumnya.

Namun, ada sejumlah bahan yang mengalami perubahan harga cukup terasa, terutama di kelompok sayur dan bumbu dapur.

“Untuk hari ini, harga cabai merah besar naik cukup tinggi dibanding hari sebelumnya. Begitu juga dengan wortel dan telur ayam ras,” ujar Muhammad.

Kenaikan harga ini, menurutnya, biasanya dipengaruhi oleh faktor cuaca, pasokan dari daerah penghasil, serta permintaan masyarakat yang meningkat menjelang akhir pekan.

Beras premium masih dijual di kisaran Rp17.000 per kilogram, sedangkan beras medium di harga Rp14.000 per kilogram.

Untuk minyak goreng curah harganya Rp18.000 per liter, dan kemasan mencapai Rp20.000 per liter.

Harga daging sapi murni kualitas A bertahan di Rp150.000 per kilogram, sementara daging ayam ras masih Rp27.000 per kilogram.

Yang menarik, harga telur ayam ras kini berada di kisaran Rp34.000 per kilogram, naik dari sebelumnya yang hanya sekitar Rp32.000.

Sementara itu, bawang merah masih stabil di Rp48.000 per kilogram, bawang putih Rp34.000, dan bawang bombay Rp18.000.

Untuk kelompok sayuran, harga wortel naik ke Rp50.000 per kilogram, sedangkan cabai merah besar mencapai Rp70.000 per kilogram.

Beberapa sayur seperti kangkung, kubis, dan timun justru stabil di kisaran Rp10.000–Rp15.000 per kilogram.

Dari kelompok ikan, harga relatif tidak banyak berubah.

Ikan kembung dijual sekitar Rp40.000 per kilogram, ikan nila Rp37.000, dan lele Rp30.000 per kilogram.

Melalui pemantauan rutin ini, pemerintah kota berharap masyarakat bisa mendapatkan informasi harga yang akurat sehingga dapat berbelanja dengan lebih bijak.

Dinas juga terus memantau pergerakan harga untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan pangan di pasar-pasar tradisional Pontianak tetap terjaga.

Berita terkait

Diduga Libatkan Oknum BGN Lama, Sudaryono Serahkan Kasus 414 Rekening Fiktif MBG Rp311,2 Miliar ke Penegak Hukum

Diduga Libatkan Oknum BGN Lama, Sudaryono Serahkan Kasus 414 Rekening Fiktif MBG Rp311,2 Miliar ke Penegak Hukum

Jakarta–Spektroom : Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap dugaan adanya keterlibatan oknum pejabat Badan Gizi Nasional periode sebelumnya dalam kasus penyaluran dana ke ratusan rekening bermasalah pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dugaan tersebut muncul setelah BGN menemukan 414 rekening fiktif dan rekening ganda dalam proses verifikasi nasional terhadap

Rafles
Gubernur Maluku  Berikan Santunan bagi Korban Bentrok Matraman, Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Tidak Mudah Terprovokasi

Gubernur Maluku Berikan Santunan bagi Korban Bentrok Matraman, Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Tidak Mudah Terprovokasi

Jakarta-Spektroom : Sebagai wujud kepedulian Pemerintah Provinsi Maluku terhadap masyarakat Maluku di perantauan, khususnya yang berada di Jakarta, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyalurkan santunan kepada korban bentrok yang terjadi di kawasan Matraman, Jakarta, Kamis 30 Juli 2026. Bantuan tersebut diberikan melalui Kepala Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Maluku di Jakarta, Saiful Indra

Eva Moenandar, Rafles
Kemenkop Komitmen Jaga Integritas dan Anti Korupsi Guna Sukseskan KDKMP

Kemenkop Komitmen Jaga Integritas dan Anti Korupsi Guna Sukseskan KDKMP

Jakarta – Spektroom : Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkomitmen penuh untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik dengan menghindari segala bentuk dan praktik korupsi. Hal ini sebagai upaya untuk mewujudkan sistem tata kelola pemerintahan yang baik. Hal itu disampaikan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat memberikan sambutan pada acara Sosialisasi Anti Korupsi Kementerian Koperasi

Nurana Diah Dhayanti
ссс