Harga Telur Kembali Naik, Ibu Rumah Tangga Mulai Hitung Ulang Belanja

Harga Telur Kembali Naik, Ibu Rumah Tangga Mulai Hitung Ulang Belanja
Informasi harga telur di salah satu kios pengecer telur di Sangkrah Solo. (Foto: Ciptati Handayani)

Surakarta – Spektroom: Senyum para ibu rumah tangga yang sempat menikmati murahnya harga telur dalam beberapa pekan terakhir kini mulai memudar.

Setelah sempat turun hingga kisaran Rp21 ribu per kilogram, harga telur di sejumlah pasar tradisional Kota Solo kembali merangkak naik seiring dimulainya tahun ajaran baru dan bergulirnya kembali program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pantauan Spektroom di Pasar Sangkrah, Senin (20/7/2026), harga telur ayam ras kini berada di kisaran Rp25 ribu hingga Rp25.500 per kilogram.

"Yaah... naik lagi harga telur. Kemarin sempat senang karena harganya Rp21 ribu per kilogram, sekarang sudah Rp25.500. Mau tidak mau tetap beli karena kebutuhan sehari-hari," ujar Sulastri, seorang ibu rumah tangga usai berbelanja.

Menurutnya, turunnya harga telur beberapa waktu lalu cukup membantu menghemat pengeluaran keluarga. Kini, dengan harga yang kembali naik, ia harus lebih cermat mengatur belanja dapur.

Hal serupa dirasakan Tari, pedagang makanan rumahan. Ia mengaku harga telur yang sempat murah membuat biaya produksi lauk berbahan telur menjadi lebih ringan.

"Kalau harga telur turun, kami juga bisa menjual lauk seperti telur dadar atau telur kecap dengan harga yang lebih terjangkau," katanya.

Pedagang telur di Sangkrah Solo sedang menata dagangannya. (Foto: Ciptati Handayani)

Pedagang telur di Pasar Sangkrah, Lyta, menjelaskan perubahan harga memang terjadi hampir setiap hari mengikuti harga dari pemasok. Saat libur sekolah dan program MBG berhenti sementara, harga telur sempat turun dari sekitar Rp27 ribu menjadi Rp21 ribu per kilogram. Namun setelah kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung, harga mulai naik bertahap.

"Naiknya rata-rata Rp500 per kilogram setiap hari, bahkan sempat naik Rp1.000 dalam sehari. Kami sebagai pengecer hanya menyesuaikan harga dari pemasok," jelasnya.

Meski demikian, kenaikan harga belum memengaruhi tingkat penjualan. Lyta mengatakan permintaan telur tetap stabil dengan stok sekitar 17 peti per hari yang selalu habis terjual.

Sementara itu di Jakarta, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan kenaikan harga telur dipicu meningkatnya permintaan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program MBG setelah sekolah kembali aktif.

Menurutnya, kenaikan tersebut masih berada dalam batas wajar karena sebelumnya harga telur sempat turun di bawah biaya produksi peternak.

Berita terkait

Merdeka dengan Literasi Keuangan, 300 Perempuan Desa Paloan Belajar Menata Masa Depan

Merdeka dengan Literasi Keuangan, 300 Perempuan Desa Paloan Belajar Menata Masa Depan

Landak - Spektroom : Di tengah gegap gempita perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ratusan perempuan di Desa Paloan, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, memilih merayakan kemerdekaan dengan cara berbeda. Sebanyak 300 perempuan mengikuti pelatihan literasi keuangan yang digelar Yayasan Karya Dua Anyam (YKDA) bersama Pemerintah

Apolonius Welly, Buang Supeno
BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Jember – Spektroom: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali melakukan penanganan dampak kekeringan dengan mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat di Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Selasa (18/08/2026). Kegiatan tersebut merupakan pendistribusian bantuan air bersih ke-3 di wilayah Desa Kaliwining. Berdasarkan

Budi Sucahyono, Buang Supeno