Trending

Hari Primata Indonesia, Yayorin–Unas Gaungkan Edukasi Konservasi Lewat Conservation Talk

Hari Primata Indonesia, Yayorin–Unas Gaungkan Edukasi Konservasi Lewat Conservation Talk
Orangutan, salah satu primata Kalimantan yang harus dilindungi. (Foto: Polin Spektroom)

Spektroom - Dalam rangka memperingati Hari Primata Indonesia, Yayasan Orangutan Indonesia (Yayorin) bersinergi dengan Lutung Forum Studi Primata Universitas Nasional (Unas) menggelar kegiatan bertajuk Conservation Talk. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, memadukan pertemuan daring melalui Zoom Meeting dan luring di Kampung Konservasi Yayorin, Pangkalan Bun, Sabtu sore (31/1/2026).

Kegiatan edukatif ini diikuti perwakilan dari lima sekolah di Pangkalan Bun yang memiliki ekstrakurikuler Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) dan pecinta alam, serta melibatkan perkumpulan pemandu wisata Taman Nasional Tanjung Puting.

Presenter mengendalikan acara Conservation talk secara interaksi tatap muka.

Dalam sesi berbagi pengetahuan, Myra pemateri dari Lutung Forum Studi Primata Universitas Nasional menegaskan bahwa primata memiliki peran penting bagi kehidupan manusia dan kelestarian ekosistem hutan.

Keberadaan primata berfungsi sebagai penyebar biji alami, penjaga keseimbangan rantai makanan, serta indikator kesehatan hutan tropis.

“Primata bukan sekadar satwa liar. Mereka adalah bagian penting dari sistem ekologis yang menjaga regenerasi hutan dan keseimbangan alam. Jika primata hilang, dampaknya akan langsung terasa pada manusia." ujarnya

Pemateri Imam Sapari, Direktur Yayasan Orangutan Indonesia (Yayorin) secara khusus mengulas alasan mendasar mengapa orangutan harus dilindungi. Ia menjelaskan bahwa orangutan merupakan spesies payung (umbrella species), di mana perlindungannya otomatis menjaga ratusan spesies lain dalam satu kawasan hutan.

Peserta daring Conservation Talk

“Orangutan hidup di hutan yang sehat. Jika orangutan punah, itu tanda hutannya rusak. Manusia butuh hutan, hutan butuh orangutan, tapi hutan tidak membutuhkan manusia,” tegas Imam Sapari dalam sesi diskusi.

Sementara itu, Niken Rahmawati pemateri dari Yayorin memaparkan perilaku alami Tarsius jenis primata spesies kecil bermata besar di habitatnya, termasuk pola makan yang didominasi serangga. Tarsius dikenal sebagai primata yang aktif malam hari dan sangat bergantung pada keanekaragaman serangga untuk dimakan.

Tarsius, primata kecil bermata besar

“Tarsius memerlukan hutan dengan pohon beragam seperti pancang dan tiang untuk memudahkannya melakukan pergerakan. Perusakan hutan secara langsung mengancam kelangsungan hidup mereka,” jelas perwakilan Yayorin.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif dan forum tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan seputar konservasi primata, peran generasi muda, hingga tanggung jawab pelaku wisata dalam menjaga habitat satwa liar.

Peserta luring Conversation Talk di Kampung Konservasi Yayorin, Pangkalan Bun. (foto: Polin Spektroom)

Sebagai pesan penutup, seluruh narasumber menegaskan wujud nyata kepedulian terhadap primata, yakni tidak memeliharanya, tidak merusak hutan, serta aktif menanam pohon dan menjaga lingkungan.

Melalui momentum Hari Primata Indonesia tahun ini, Yayorin dan Lutung Forum Studi Primata Unas mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari pelajar, komunitas, hingga praktisi pariwisata untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan primata endemik Indonesia demi mencegah kepunahan dan memastikan keberlangsungan habitat alaminya. (Polin)

Berita terkait

Cegah Penyalagunaan Penyaluran Beras, Perum Bulog Wilayah Papua Perketat Pengawasan

Cegah Penyalagunaan Penyaluran Beras, Perum Bulog Wilayah Papua Perketat Pengawasan

Jayapura-Spektroom : Pihak Perum BULOG memperketat pengawasan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), menyusul adanya dugaan penyalahgunaan komoditas tersebut oleh oknum mitra penyalur di wilayah Matraman dan Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk komitmen BULOG dalam menjaga tata kelola distribusi beras pemerintah

Anthonius Teniwut, Julianto
Urai Kemacetan Pemkot Surabaya Tertibkan Lima Bangunan di Sempadan Saluran Jeblokan II

Urai Kemacetan Pemkot Surabaya Tertibkan Lima Bangunan di Sempadan Saluran Jeblokan II

Surabaya – Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya beberapa hari terakhir, menertibkan lima bangunan yang berdiri di sempadan Saluran Jeblokan II, Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari. Penertiban ini dilakukan untuk menata kawasan sekaligus mendukung upaya mengurai kemacetan di sekitar Traffic Light (TL) Jalan Tambang Boyo. Lima bangunan yang ditertibkan berada di atas

Bian Pamungkas
Di Tengah Musibah Kecelakaan, BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lindungi Pengemudi Ojol

Di Tengah Musibah Kecelakaan, BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lindungi Pengemudi Ojol

Jakarta - Spektroom : Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Gambir, Imam Santoso, menyampaikan keprihatinan atas kecelakaan yang menimpa pengemudi ojek online di Jalan Panglima Polim, Jaksel. Ia menegaskan, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja, termasuk pengemudi transportasi online, melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan. “Kami turut prihatin atas musibah yang

Irvan Idris Saleh
Relokasi UMKM Teluk Keriting, Pemko Siapkan lokasi Alternatif

Relokasi UMKM Teluk Keriting, Pemko Siapkan lokasi Alternatif

Tanjungpinang–Spektroom : Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menyiapkan sekitar 75 space di sejumlah lokasi alternatif bagi pedagang UMKM di kawasan Teluk Keriting, Kecamatan Tanjungpinang Barat. Relokasi kontainer tempat berjualan ini dilakukan menjelang pembangunan jalan lingkar yang berpotensi mengganggu keselamatan pedagang dan konsumen. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Riany,

Desmawati, Rafles