Helikopter PK-CFX Hilang Kontak di Kalbar, 2 Kru dan 6 Penumpang, Sinyal Distress Terdeteksi
Pontianak – Spektroom — Insiden hilangnya kontak helikopter kembali terjadi di Kalimantan Barat. Helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan dari wilayah perkebunan sawit di Kabupaten Melawi menuju Kubu Raya/Pontianak, Kamis (16/04/2026) pagi.
Data terbaru dari Basarnas mengindikasikan situasi darurat. Sinyal distress terdeteksi melalui sistem COSPAS-SARSAT pada frekuensi 406.0367 MHz. Titik koordinat awal berada di sekitar 00°12.00 LS – 110°44.00 BT, yang mengarah ke wilayah Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
Informasi dari AirNav menyebutkan helikopter lepas landas sekitar pukul 08.34 WIB dan diperkirakan tiba pukul 08.50 WIB. Namun, pada pukul 08.39 WIB, pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak di tengah perjalanan.
Helikopter itu diketahui mengangkut delapan orang, terdiri dari 2 kru dan 6 penumpang. Pilot yang bertugas adalah Capt. Marindra W, didampingi Engineer On Board (EOB) Harun Arasyid. Enam penumpang lainnya masing-masing berinisial Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Sebelum hilang dari pantauan, warga sempat melihat helikopter tersebut terbang dari area kebun sawit PT Citra Mahkota di Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi. Dugaan sementara, helikopter baru saja menyelesaikan aktivitas operasional di kawasan tersebut sebelum kembali ke Pontianak.
Kepala BPBD Melawi, Daniel, membenarkan pihaknya telah menerima laporan kejadian tersebut dan kini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengumpulkan informasi dari lapangan.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Melawi, Rahmad Maulidin, menyebutkan helikopter diduga dalam perjalanan kembali usai menjalankan aktivitas di area perkebunan.
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) langsung dikerahkan. Pada pukul 11.00 WIB, tim Rescue Pos SAR Sintang bergerak menuju lokasi kejadian dengan membawa perlengkapan evakuasi, medis, komunikasi, dan navigasi.

Tak lama berselang, Kantor SAR Pontianak mengirimkan dua tim tambahan yang terdiri dari tim rescue dan tim komunikasi.
Upaya pencarian diperkuat dengan penggunaan peralatan canggih, termasuk direction finder untuk melacak sinyal darurat serta dukungan Starlink guna memastikan komunikasi tetap terjaga di wilayah yang minim jaringan.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya Pos SAR Sintang, Polres Sintang, AirNav Pontianak, Brimob Sintang, Brimob Polda Kalbar, BPBD Sintang, pemerintah setempat, serta masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung dengan fokus utama di sekitar titik koordinat yang terdeteksi. Belum ada informasi resmi terkait kondisi helikopter maupun para penumpang.