Hingga Mei 2026 Angkutan Barang KAI Daop 5 Purwokerto Capai 571 Ribu Ton
Purwokerto – Spektroom: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto mencatat pertumbuhan positif pada layanan angkutan barang selama periode Januari hingga Mei 2026.
Total volume barang yang berhasil diangkut mencapai 571.307 ton atau meningkat sekitar 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 560.718 ton.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan kepercayaan pelanggan terhadap moda transportasi kereta api yang terus terjaga sebagai sarana distribusi logistik yang aman, efisien, dan tepat waktu.
Menurut As’ad, sejumlah komoditas strategis menjadi penopang utama layanan angkutan barang di wilayah Daop 5. Komoditas semen masih mendominasi dengan volume angkutan mencapai 313.240 ton. Selanjutnya, angkutan bahan bakar minyak (BBM) dan avtur tercatat sebesar 246.865 ton.
Selain itu, KAI Daop 5 juga mengangkut pupuk sebanyak 7.650 ton dan Barang Hantaran Paket (BHP) sebesar 3.552 ton selama lima bulan pertama tahun ini.
“Komoditas dengan volume terbesar masih didominasi oleh semen, disusul BBM dan avtur. Angkutan pupuk serta BHP juga terus memberikan kontribusi terhadap kinerja layanan angkutan barang,” ujar As’ad dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).
Untuk mendukung pertumbuhan layanan tersebut, KAI Daop 5 terus melakukan berbagai upaya peningkatan, mulai dari menjaga keselamatan operasional perjalanan kereta api hingga meningkatkan keandalan sarana dan prasarana pendukung.
Ia menjelaskan, kereta api memiliki sejumlah keunggulan sebagai moda transportasi logistik, antara lain kapasitas angkut yang besar, tingkat keselamatan yang tinggi, efisiensi operasional, serta jadwal perjalanan yang lebih teratur sehingga memberikan kepastian waktu pengiriman bagi pelanggan.
Kinerja ketepatan waktu perjalanan kereta api barang juga tetap terjaga. Selama Januari hingga Mei 2026, rata-rata On Time Performance (OTP) keberangkatan kereta api barang mencapai 99,58 persen, sedangkan OTP kedatangan tercatat 97,65 persen.
Selain mendukung kelancaran rantai pasok nasional, penggunaan kereta api untuk distribusi logistik dinilai memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Peralihan angkutan barang dari jalan raya ke kereta api dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas kendaraan berat, menekan risiko kecelakaan, serta mendukung upaya pengurangan emisi karbon.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan angkutan barang serta memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan guna mendukung kebutuhan logistik nasional secara berkelanjutan,” kata As’ad.