Hingga Mei 2026, di Daop 5 Purwokerto, 1.569.667 Pelanggan Gunakan Face Recognition
Purwokerto-Spektroom: Jelang libur panjang akhir Mei 2026, PT KAI Daop 5 Purwokerto mengimbau penumpang kereta api memanfaatkan layanan Face Recognition Boarding Gate untuk mempercepat proses keberangkatan di stasiun.
Layanan berbasis pengenalan wajah tersebut dinilai mampu mengurangi antrean saat masa kepadatan penumpang long weekend, sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih praktis dan nyaman. Saat ini, fasilitas Face Recognition Boarding Gate tersedia di Stasiun Purwokerto dan Stasiun Kutoarjo.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin mengatakan, teknologi Face Recognition menjadi bagian dari transformasi layanan digital yang terus dikembangkan KAI guna meningkatkan kenyamanan pelanggan.
“Melalui teknologi Face Recognition, proses boarding menjadi lebih praktis dan efisien sehingga pelanggan dapat menikmati pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, khususnya pada masa libur panjang,” ujarnya, Sabtu (24/5/2026).
Pemanfaatan layanan tersebut terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, jumlah pengguna Face Recognition tercatat sebanyak 3.336 pelanggan. Angka itu melonjak menjadi 436.729 pelanggan pada 2024 dan kembali meningkat menjadi 836.977 pelanggan sepanjang 2025.
Sementara pada periode Januari hingga pertengahan Mei 2026, layanan tersebut telah digunakan oleh 292.625 pelanggan.
Secara kumulatif, sejak mulai diterapkan pada 2023 hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 1.569.667 pelanggan telah memanfaatkan layanan Face Recognition di wilayah Daop 5 Purwokerto.
Selain mempermudah proses boarding, penggunaan teknologi ini juga mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan melalui sistem paperless atau tanpa kertas.
KAI Daop 5 Purwokerto mencatat, selama periode 2023 hingga Mei 2026 penggunaan Face Recognition mampu menghemat sekitar 3.924 rol kertas boarding pass atau setara Rp57,9 juta.
Dari sisi pelayanan, sistem ini dinilai lebih cepat, higienis, aman, serta meningkatkan akurasi verifikasi identitas pelanggan.
Bagi pelanggan yang belum terdaftar, registrasi Face Recognition cukup dilakukan satu kali melalui aplikasi Access by KAI maupun petugas registrasi di stasiun.
Setelah terdaftar, pelanggan hanya perlu mengarahkan wajah ke mesin pemindai di pintu boarding dan gerbang akan terbuka otomatis dalam waktu 1–2 detik tanpa perlu menunjukkan tiket maupun identitas fisik.
“Kami mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan layanan ini agar perjalanan liburan menjadi lebih praktis, modern, dan ramah lingkungan bersama KAI,” kata As’ad.