HKTI DKI Jakarta Dorong Optimalisasi Lahan Tidur untuk Perkuat Pertanian Perkotaan
Jakarta-Spektroom : Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DPD DKI Jakarta di bawah kepemimpinan H. Nuchbatillah, S.H., akan mendorong optimalisasi lahan yang belum dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian perkotaan.
Optimalisasi lahan dalam konteks program HKTI DPD DKI Jakarta adalah upaya memanfaatkan lahan yang belum digunakan secara maksimal menjadi lahan produktif untuk kegiatan pertanian perkotaan (urban farming). Pelaksanaannya perlu dilakukan secara terencana, melibatkan pemerintah, HKTI, tenaga ahli pertanian, PPSU, dan masyarakat setempat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi pangan lokal agar Jakarta tidak hanya bergantung pada pasokan hasil pertanian dari daerah lain.
Ketua DPD HKTI DKI Jakarta, H. Nuchbatillah, S.H., mengatakan, kepengurusan baru akan membangun kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, para ahli pertanian, pelaku perkebunan, perikanan serta masyarakat untuk mengembangkan potensi pertanian di ibu kota.
“Harapan kita, DKI Jakarta bukan hanya menjadi pasar hasil tani dari wilayah luar Jakarta, tetapi juga memiliki hasil pertanian sendiri,” ujar Nuchbatillah seusai rangkaian pelantikan pengurus DPD HKTI DKI Jakarta periode 2026 - 2031 di Kelompok Tani Kebun Berseri
Perumahan Bukit Mas Kel. Bintaro
Kec. Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, salah satu langkah awal yang akan dikembangkan adalah memanfaatkan lahan-lahan yang untuk sementara tidak digunakan agar lebih produktif melalui kegiatan bercocok tanam.
Lahan tersebut dapat dikelola secara kolaboratif dengan melibatkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) serta warga di sekitar lokasi yang berminat mengembangkan kegiatan pertanian.
Nuchbatillah, menjelaskan, pemanfaatan lahan tidak terpakai diharapkan memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam menghasilkan komoditas pangan secara mandiri.
Upaya tersebut juga akan menjadi bagian dari penguatan kelompok-kelompok tani yang telah berkembang di Jakarta.
"Melalui kerja sama lintas pihak, HKTI ingin mendorong pengelolaan lahan secara lebih terarah dan berkelanjutan," ucapnya.
Ia, menegaskan untuk merumuskan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan pertanian perkotaan, pengurus baru HKTI DPD DKI Jakarta berencana menggelar rapat kerja daerah (Rakerda). Forum ini akan melibatkan para pemangku kepentingan, tenaga ahli pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan untuk membahas berbagai inovasi serta arah program organisasi ke depan.
“Kita akan mengundang seluruh pemangku kepentingan di Jakarta, termasuk para ahli pertanian dan perkebunan, untuk merumuskan inovasi dan menentukan bagaimana HKTI DKI Jakarta bekerja ke depan,” katanya.
Sebelumnya, rangkaian pelantikan pengurus DPD HKTI DKI Jakarta diawali dengan kegiatan panen bersama Ketua Umum HKTI. Sejumlah komoditas yang dipanen antara lain terong, pakcoy, dan kacang-kacangan.
Kegiatan panen tersebut menjadi gambaran potensi pertanian yang dapat dikembangkan di tengah kawasan perkotaan. Setelah kegiatan panen, acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus yang dihadiri para peserta dengan antusias.
Nuchbatillah berharap kepengurusan baru dapat memperkuat peran HKTI dalam mengembangkan pertanian perkotaan melalui kolaborasi, pemanfaatan lahan secara produktif, dan penerapan inovasi. Dengan demikian, Jakarta diharapkan tidak hanya menjadi pusat distribusi dan konsumsi hasil pertanian, tetapi juga mampu meningkatkan kontribusi produksi pangan dari wilayahnya sendiri.