Hotel dan Restoran di Jakarta Selatan Didorong Kurangi Food Loss dan Food Waste

Hotel dan Restoran di Jakarta Selatan Didorong Kurangi Food Loss dan Food Waste
Peserta bimbingan teknis Industri Pariwisata (Sinergitas Hotel dan Restoran Dalam Pengelolaan Food Loss dan Food Waste). (Foto: Spektroom/IIS).

Jakarta - Spektroom: Pelaku industri hotel dan restoran di Jakarta Selatan didorong memperkuat sinergi dalam mengurangi food loss dan food waste sebagai bagian dari upaya mewujudkan industri pariwisata yang lebih berkelanjutan.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Industri Pariwisata Jakarta Selatan Tahun 2026, bertema “Sinergitas Hotel dan Restoran dalam Pengelolaan Food Loss dan Food Waste” yang digelar di Jakarta Selatan.

Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta, berasal dari industri hotel dan restoran. Bimbingan teknis tersebut menjadi wadah meningkatkan pemahaman dan kapasitas pelaku usaha pariwisata agar mampu mengelola usaha sesuai ketentuan, sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing industri pariwisata.

Plh Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan, Ivan, mengatakan persoalan food loss dan food waste perlu mendapat perhatian serius karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Berdasarkan data, food loss and food waste di Indonesia diperkirakan mencapai 23–48 juta ton per tahun, atau sekitar 115–184 kilogram per orang per tahun.

"Jumlah tersebut diperkirakan memiliki nilai ekonomi sekitar Rp213–551 triliun per tahun, setara dengan sekitar 4–5 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia," sebutnya, secara tertulis, Sabtu (22/8/2026).

Sementara potensi kehilangan ekonomi akibat perilaku pemborosan pangan diperkirakan mencapai Rp107–346 triliun per tahun.

“Kalau kita melihat angkanya, tentu ini bukan persoalan kecil. Karena itu, kegiatan ini tidak sekadar membangun sinergi, tetapi harus sampai pada tahap eksekusi,” ujarnya.

Menurutnya, pelaku industri hotel dan restoran perlu mengubah kebiasaan mengonsumsi dan mengelola makanan. Salah satunya dengan mencegah makanan yang masih layak atau sisa makanan berakhir menjadi sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Ia, mencontohkan kebiasaan masyarakat ketika menikmati sarapan di hotel dengan konsep all you can eat. Beragam makanan yang tersedia terkadang diambil dalam jumlah berlebihan, tetapi tidak semuanya dihabiskan.


Ivan, menegaskan, pengurangan sampah makanan harus dimulai dari sumbernya, termasuk dari sektor industri pariwisata. Pelaku usaha hotel dan restoran dinilai memiliki peran penting karena aktivitas penyediaan makanan dalam jumlah besar berpotensi menghasilkan sampah organik yang cukup tinggi.

Selain mengurangi makanan terbuang, tandasnya, industri pariwisata juga didorong melakukan pemilahan sampah sejak dari sumber. Langkah tersebut dinilai penting agar sampah yang dihasilkan tidak seluruhnya berakhir di TPA.

“Kita harus mulai berpikir bagaimana makanan dan sampah yang kita hasilkan tidak menjadi beban bagi kehidupan selanjutnya. Yang harus kita ‘diet’ adalah sampahnya,” ujarnya.

Upaya tersebut diharapkan dapat membangun pola pengelolaan pangan yang lebih efisien, mengurangi beban sampah, sekaligus mendukung terciptanya industri pariwisata Jakarta Selatan yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Berita terkait

PLN Icon Plus Hadirkan Konektivitas Andal pada Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gajah Mungkur

PLN Icon Plus Hadirkan Konektivitas Andal pada Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gajah Mungkur

Wonogiri-Spektroom : PLN Icon Plus turut mengambil peran dalam mendukung kelancaran Launching dan Groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp) di kawasan PLTA Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Melalui kesiapan infrastruktur konektivitas dan sistem jaringan berlapis, PLN Icon Plus memastikan kebutuhan komunikasi dan operasional digital selama

Sigit Budi Riyanto, Rafles
Fraksi PAN-PKB Soroti Ketergantungan Transfer dan Defisit Rp51 Miliar dalam APBD-P Sawahlunto

Fraksi PAN-PKB Soroti Ketergantungan Transfer dan Defisit Rp51 Miliar dalam APBD-P Sawahlunto

Sawahlunto-Spektroom : Fraksi PAN-PKB DPRD Kota Sawahlunto meminta pemerintah daerah tidak terjebak pada kenaikan postur anggaran dalam Rancangan Perubahan APBD 2026. Tambahan ruang fiskal, menurut fraksi tersebut, harus dibuktikan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, perbaikan infrastruktur dan penguatan ekonomi daerah. Hal itu disampaikan Fraksi PAN-PKB dalam Pandangan Umum Fraksi yang dibacakan

Riswan Idris, Rafles
Angkat Sejarah Rempah dan Kebudayaan, Rakernas JKPI XII Mulai Berlangsung di Kota Ternate

Angkat Sejarah Rempah dan Kebudayaan, Rakernas JKPI XII Mulai Berlangsung di Kota Ternate

Ternate-Spektroom : Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) mulai berlangsung di Kota Ternate, opening ceremony ditandai dengan pemukulam dolo-dolo, Rabu (26/8/2026). Pelaksanaan Rakernas XII JKPI dengan Opening Ceremony Pasar Malam Indonesia, Pentas Budaya dan Festival Gastronomi yang berlangsung di Benteng Oranje, Ternate. Walikota Ternate,

Nanang Adrany, Rafles