Angkat Sejarah Rempah dan Kebudayaan, Rakernas JKPI XII Mulai Berlangsung di Kota Ternate
Ternate-Spektroom : Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) mulai berlangsung di Kota Ternate, opening ceremony ditandai dengan pemukulam dolo-dolo, Rabu (26/8/2026).
Pelaksanaan Rakernas XII JKPI dengan Opening Ceremony Pasar Malam Indonesia, Pentas Budaya dan Festival Gastronomi yang berlangsung di Benteng Oranje, Ternate.
Walikota Ternate, H. M. Tauhid Soleman pada opening ceremony menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta delegasi dari kota pusaka juga undangan dari dalam dan luar negeri.
Tauhid menegaskan bahwa identitas Ternate Kota Rempah tidak hanya menjadi slogan maupun sekadar city branding, tetapi harus diwujudkan melalui gerakan bersama dengan melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku ekonomi kreatif, budayawan, komunitas dan masyarakat.
"Identitas Ternate Kota Rempah adalah sebuah seruan aksi kolektif, karena ini memadukan kebanggaan pada sejarah, kecerdasan dalam berinovasi ekonomi dan perdagangan, serta ketegasan dalam menegakkan tata kelola yang bersih dan merakyat,” ujar Tauhid.
Kekayaan sejarah Ternate yang merupakan bagian dari jalur rempah dunia harus menjadi modal penting untuk membangun masa depan daerah.
Ia mengatakan bahwa, Ternate dan kawasan Moloku Kie Raha memiliki sejarah panjang sebagai wilayah penghasil pala dan cengkeh yang memiliki pengaruh besar dalam perdagangan dunia.
Rempah-rempah kata Tauhid, tidak hanya sekedar memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika politik global. Cengkeh dan pala dari Maluku pernah menjadi komoditas bernilai tinggi yang menarik perhatian berbagai kekuatan dunia, mulai dari bangsa Arab, Persia, Tiongkok hingga Portugis, Spanyol, Inggris dan VOC Belanda.
Melalui pelaksanaan Rakernas XII JKPI di Ternate menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kesadaran sejarah sekaligus memperkuat jejaring kota-kota pusaka di Indonesia.
Rakernas XII JKPI yang berlangsung tanggal 26-30 Agustus 2026 mempertemukan kepala daerah, pengurus JKPI, delegasi kota pusaka serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pelestarian kebudayaan dan pelestarian pusaka. Diharapkan dengan pertemuan ini tidak hanya menjadi forum seremonial, tetapi menghasilkan gagasan dan langkah nyata bagi pemajuan kebudayaan di masing-masing daerah.
Pemerintah daerah kata Tauhid harus mampu menggali potensi lokal secara bijaksana dan adil sekaligus memastikan setiap warga memperoleh hak dan kesempatan yang sama dalam mendapatkan pelayanan.
Ia juga mengingatkan bahwa sejarah telah menunjukkan perpecahan dan ketidakadilan internal dapat menjadi celah yang dimanfaatkan kekuatan asing.
Tauhid menegaskan, Rakernas XII JKPI harus memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan kebudayaan daerah, pelestarian cagar budaya serta pengembangan potensi ekonomi berbasis kebudayaan.
Salah satu rangkaian penting Rakernas XII JKPI adalah Lawatan Nusantara, yang mengangkat kembali tradisi maritim sebagai bagian dari pusaka bersama. Melalui Rakernas XII JKPI, Tauhid berharap Ternate semakin memperkuat posisinya dalam jejaring kota pusaka Indonesia.
Rangkaian Rakernas XII JKPI di Ternate diisi berbagai agenda budaya, gastronomi, seminar, simposium, sidang Rakernas, pawai budaya hingga kunjungan ke sejumlah situs pusaka.