Trending

Hujan Berkepanjangan, Banjir Masih Rendam Sejumlah Desa di Tirto Pekalongan

Hujan Berkepanjangan, Banjir Masih Rendam Sejumlah Desa di Tirto Pekalongan
Distribusi logistik terpaksa dilakukan menggunakan perahu, karena bamjir disejumlah desa di kecamatan Tirto hingga Senin, 26 Januari 2026 belum kunjung surut. (Foto: Sigit)

Spektroon – Musim hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak awal tahun 2026 dirasakan lebih lama dan ekstrem dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut memicu banjir di berbagai wilayah, termasuk di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, yang hingga kini belum sepenuhnya surut.

Seorang warga Pekalongan, Dimas (40), menuturkan bahwa hujan tahun ini berlangsung hampir tanpa jeda. Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya hujan memang kerap turun pada Januari, namun tidak separah sekarang.

“Januari hujan hampir setiap hari memang, tapi tahun-tahun lalu masih ada jedanya. Kalau sekarang hampir tiap hari benar-benar hujan,” ujarnya.

Hingga Senin (26/1/2026), banjir masih menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Tirto dengan ketinggian air bervariasi antara 60 sentimeter hingga 1,5 meter. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh dan akses jalan belum dapat dilalui kendaraan. Akibatnya, distribusi logistik bagi warga terdampak terpaksa dilakukan menggunakan perahu.

Pemerintah desa bersama warga dan para pemuda setempat setiap hari menyalurkan bantuan dengan memanfaatkan perahu kayu maupun perahu milik warga.
Petugas di lapangan, Hamdan, mengatakan banjir yang belum surut membuat sebagian warga masih bertahan di rumah dan belum bisa beraktivitas secara normal.

“Penggunaan perahu menjadi satu-satunya sarana untuk menjangkau permukiman warga yang terisolasi,” jelasnya.

Distribusi bantuan dilakukan secara bergantian, baik logistik dari Dapur Umum Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan maupun bantuan dari berbagai pihak. Selain itu, petugas juga membantu mobilitas warga.

“Selain menyalurkan logistik, sehari tiga kali kami juga membantu warga yang keluar-masuk desa untuk beraktivitas,” tambah Hamdan.

Hal senada disampaikan petugas distribusi makanan, Zabidin. Ia menyebutkan bahwa meskipun sebagian warga telah mengungsi, masih ada warga yang bertahan di posko pengungsian mandiri.

Di Desa Tegaldowo sendiri terdapat empat posko pengungsi, dua di wilayah barat Sungai Meduri dan dua lainnya di sebelah timur sungai tersebut.

“Hampir semua rumah ditinggalkan. Yang bertahan di posko biasanya mereka yang menjaga perabotan. Kendaraan warga sudah dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi, seperti di tanggul Sungai Sengkang,” ungkap Zabidin.

Hingga kini, warga berharap curah hujan segera menurun agar banjir dapat surut dan aktivitas masyarakat kembali normal.

Berita terkait

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP
Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles