Trending

Hujan Ekstrem Picu Longsor di Kubang Tangah, Kades Rice Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Hujan Ekstrem Picu Longsor di Kubang Tangah, Kades Rice Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Kades Kubang Tangah dengan BPBD Sawahlunto. (Foto: humas pemdes)

Sawahlunto–Spektroom : Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Desa Kubang Tangah pada Selasa malam (19/5/2026) memicu terjadinya bencana tanah longsor di sejumlah titik dan berdampak terhadap akses jalan serta rumah warga.

Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Desa (Kades) Rice mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, terutama tanah longsor dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang masih melanda kawasan tersebut.

“Kami mengingatkan seluruh warga Desa Kubang Tangah agar tetap hati-hati dan waspada terhadap potensi tanah longsor maupun pohon tumbang karena intensitas hujan saat ini cukup tinggi,” ujar Kades Rice, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, hujan deras yang turun sejak malam hingga dini hari menyebabkan beberapa ruas jalan tertutup material longsor. Selain itu, sejumlah rumah warga juga dilaporkan terdampak akibat pergerakan tanah di area perbukitan.

Pemerintah desa bersama masyarakat setempat langsung melakukan langkah penanganan awal dengan membersihkan material longsor secara gotong royong agar akses transportasi warga kembali normal.

Kades Rice mengatakan pihak pemerintah desa saat ini terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan bencana guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Ia juga meminta warga yang tinggal di dekat tebing, lereng bukit, maupun kawasan rawan pohon tumbang agar segera melapor kepada aparat desa jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi pohon yang membahayakan.

“Kami berharap masyarakat tetap siaga, terutama saat hujan deras berlangsung. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” katanya.

Selain mengimbau kewaspadaan masyarakat, pemerintah desa juga berkoordinasi dengan BPBD dan pihak terkait lainnya untuk penanganan lanjutan terhadap dampak bencana yang terjadi.

Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir memang meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatera Barat, termasuk tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang.

Karena itu, masyarakat diminta terus mengikuti informasi cuaca dan meningkatkan kesiapsiagaan guna meminimalisir risiko bencana di lingkungan masing-masing. (Ris1)

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Pekanbaru-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang ramah, tulus, dan penuh kepedulian kepada seluruh pegawai RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, khususnya 92 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru