Trending

HUT ke-63 Wara: Prajurit Perempuan TNI AU Dituntut Tak Gagap Hadapi Perang Modern

HUT ke-63 Wara: Prajurit Perempuan TNI AU Dituntut Tak Gagap Hadapi Perang Modern
Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, S.Sos., M.A.P., MNSS., saat menghadiri tasyakuran HUT ke-63 Wanita Angkatan Udara (Wara) ( foto: humas )

Malang-Spektroom : Perkembangan teknologi pertahanan dan perubahan karakter ancaman menuntut prajurit perempuan TNI Angkatan Udara (TNI AU) terus meningkatkan kemampuan. Wara dituntut tidak gagap menghadapi perubahan menuju era perang modern.

Pesan tersebut disampaikan Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, S.Sos., M.A.P., MNSS., saat menghadiri tasyakuran HUT ke-63 Wanita Angkatan Udara (Wara) di Hanggar Skadron Udara 32, Malang, Selasa (11/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Reza mengapresiasi dedikasi Wara yang selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan kesiapan operasional TNI AU.

“Saya mengajak seluruh prajurit Wara untuk terus meningkatkan kualitas diri, kompetensi, profesionalisme, serta memperkuat karakter sebagai prajurit Sapta Marga yang tangguh, berintegritas, adaptif, dan humanis,” ujar Reza.

Menurutnya, tuntutan terhadap prajurit tidak lagi hanya berkaitan dengan kemampuan dasar kemiliteran. Perkembangan teknologi dan dinamika lingkungan strategis mengharuskan setiap prajurit memiliki kemampuan beradaptasi serta terus memperbarui kompetensinya.

Peringatan HUT ke-63 Wara tahun ini mengusung tema “Dengan Semangat Kanya Bhakti Sakti Sejati, Wara Siap Bertransformasi Menjadi Prajurit yang Ampuh Guna Menyongsong Era Perang Modern.”

Tema tersebut menegaskan pentingnya transformasi Wara agar mampu menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks, sekaligus tetap memegang teguh nilai-nilai Sapta Marga dan jati diri sebagai prajurit TNI.

Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 4/D.II Ny. Uphik Reza Sastranegara bagikan kue ulanmg tahun kepada salah satu prajurit Wara ( foto: humas )

Tasyakuran dihadiri Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 4/D.II Ny. Uphik Reza Sastranegara bersama keluarga besar Wara Lanud Abdulrachman Saleh dan Insub. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.

Ketua Panitia HUT ke-63 Wara, Mayor Adm (W) Nanies, mengatakan peringatan HUT Wara telah diisi sejumlah kegiatan, mulai donor darah, ziarah, anjangsana kepada purnawirawan Wara, pembekalan hingga tasyakuran.

Rangkaian tersebut, kata Nanies, bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana memperkuat kepedulian, solidaritas, dan kekeluargaan di lingkungan Wara.

“Semangat kebersamaan dan kekeluargaan tersebut diharapkan semakin mempererat solidaritas Wara dalam memberikan darma bakti terbaik bagi TNI Angkatan Udara, bangsa, dan negara,” katanya.

HUT ke-63 Wara menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran prajurit perempuan TNI AU di tengah perubahan zaman. Profesionalisme, kompetensi dan kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting agar Wara tetap relevan dan siap menghadapi tantangan perang modern.

Berita terkait

Cak Imin Tekankan Pentingnya Pemberdayaan Ekonomi Pesantren serta Transformasi Kelembagaan

Cak Imin Tekankan Pentingnya Pemberdayaan Ekonomi Pesantren serta Transformasi Kelembagaan

Banjarbaru - Spektroom: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar atau kerap disapa Cak Imin, mendorong pondok pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Upaya ini dilakukan dengan mengembangkan ekosistem ekonomi yang tumbuh di lingkungan pesantren agar lebih produktif dan dapat direplikasi di masyarakat sekitar. Hal itu

Junaidi, Anggoro AP
Festival Legu Taranoate Berakhir, Gubernur Malut Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Festival Legu Taranoate Berakhir, Gubernur Malut Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Ternate-Spektroom : Festival Legu Taranoate Kesultanan Ternate tidak hanya menjadi ruang pelestarian seni dan budaya, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat. Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap festival tersebut dapat dikembangkan menjadi agenda tahunan dengan durasi lebih panjang agar manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan. Festival yang menghadirkan beragam atraksi seni dan

Samin Hamudu, Bian Pamungkas