Trending

Hutan Kota Jeruk Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata, Warga Desil 1-3 Dilibatkan Kelola Usaha

Hutan Kota Jeruk Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata, Warga Desil 1-3 Dilibatkan Kelola Usaha
Pemkot Surabaya akan kembangkan lahan 7,6 hektar lahan menjadi destinasi wisata baru. (Foto : Diskominfo SBY).

Surabaya-Spektroom : Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan pengembangan Taman Hutan Kota Jeruk di Kecamatan Lakarsantri menjadi destinasi wisata baru di wilayah Surabaya Barat. Kawasan seluas 7,6 hektare ini tidak hanya diarahkan sebagai ruang rekreasi, tetapi juga menjadi tempat pengembangan usaha masyarakat dan upaya pengentasan kemiskinan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, kawasan tersebut nantinya dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari kolam pancing, taman bermain anak, hingga waduk yang dapat dimanfaatkan untuk wahana sepeda air.

Menurutnya, pengembangan fasilitas wisata harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi warga sekitar, khususnya masyarakat Kelurahan Jeruk.

“Nanti taman bermainnya akan kita siapkan seperti di Taman Harmoni. Di belakangnya ada waduk kecil, anak-anak bisa bermain sepeda air. Agar UMKM yang ada di depan itu bisa berkembang,” kata Eri saat meninjau Taman Hutan Kota Jeruk, Jumat (30/10/2026).

Selain fasilitas rekreasi, Pemkot merencanakan area kuliner mengangkat makanan khas pedesaan. Tenant UMKM akan ditempatkan di sekitar persawahan dengan sajian kuliner seperti rawon dan sayur lodeh.

Area persawahan juga akan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi pertanian bagi anak-anak. Pengunjung nantinya dapat mengenal aktivitas pertanian secara langsung, mulai dari membajak sawah hingga menanam padi.

Pemkot juga menyiapkan ruang usaha bagi generasi muda melalui pengembangan peternakan ayam dan bebek dengan sistem modern. Konsep tersebut dirancang agar kegiatan peternakan tidak menimbulkan bau yang mengganggu lingkungan sekitar.

Eri menegaskan, pengelolaan usaha di kawasan wisata ini melibatkan warga yang masuk kategori Desil 1-3 sebagai kelompok prioritas. Mereka akan mendapatkan pendampingan dari Pemkot bersama pihak swasta agar usaha yang dijalankan mampu berkembang dan memberikan penghasilan berkelanjutan.

“Yang akan berjualan di lokasi ini adalah warga prioritas kategori Desil 1-3. Ini juga menjadi salah satu program pengentasan kemiskinan di Kota Surabaya,” ujarnya.

Pemkot akan mengembangkan kawasan tersebut menggunakan aset pemerintah, sementara aktivitas ekonomi di dalamnya diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Eri menyebut, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Jaksa Pengacara Negara (JPN) terkait mekanisme pemanfaatan aset dan penyaluran hasil usaha agar dapat langsung diterima warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Nanik Sukristina menjelaskan, dari total luas 7,6 hektare, sekitar 4,3 hektare sudah berada dalam pengelolaan dan dimanfaatkan sebagai taman serta area persawahan.

Adapun kawasan bozem akan dikelola dan diperbaiki bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP).

Untuk memastikan pengembangan berjalan terpadu, Pemkot Surabaya juga melibatkan tim ahli dalam menyusun perencanaan kawasan, mulai dari penataan fasilitas wisata hingga pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat.

Berita terkait

Kemenkop dan Aspebindo Siap Perkuat Sinergi Kemandirian Energi Nasional

Kemenkop dan Aspebindo Siap Perkuat Sinergi Kemandirian Energi Nasional

Jakarta - Spektroom  : Kementerian Koperasi (Kemenkop) komitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor guna mendukung ketercapaian kemandirian serta swasembada energi nasional yang menjadi salah satu target pemerintahan di Era Presiden Prabowo Subianto. Upaya ini diwujudkan melalui pemberdayaan badan usaha koperasi, khususnya Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), agar mampu

Nurana Diah Dhayanti