Trending

IAI Lampung Gelar Talkshow Kayu Ara Dalam Rangka Pekan Kebudayaan Daerah ke V Tahun 2026

IAI Lampung Gelar Talkshow Kayu Ara Dalam Rangka Pekan Kebudayaan  Daerah ke V Tahun 2026
Arsitek dan Budayawan Ansori Djausal (kiri), Mulyadi Irsan (tengah) & Ketua IAI Lampung Ar. Dadang Satyawan. (Foto Spektroom).

Bandarlampung - Spektroom: Kayu Ara merupakan salah satu simbol pohon kehidupan dalam tradisi masyarakat Lampung. Dia hadir dalam berbagai artefak budaya, upacara adat, dan sistem pengetahuan yang memandang manusia sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari alam.

Filosofi Pohon Ara menjadi salah satu titik berangkat untuk membaca kembali pemikiran dan praktiknya. Seperti pohon yang berakar, tumbuh, dan membentuk hubungan dengan lingkungan di sekitarnya, gagasan-gagasan Arsitek Anshori Djausal tentang arsitektur juga berangkat dari upaya untuk memahami keterhubungan antara manusia, teknologi, alam, dan kebudayaan.

Melalui Talkshow Kayu Ara dalam rangka Pekan Kebudayaan Daerah ke V Tahun 2026 dengan tema "Membangun lampung Maju Berbasis Kearifan Lokal - Peran Arsitek Membentuk Lampung Masa Depan" Kayu Ara menjadi pintu masuk untuk menelusuri pemikiran dan perjalanan karya Anshori Djausal yang selama lebih dari empat dekade bergerak di persimpangan budaya, teknologi dan lingkungan.

Kegiatan berlangsung di Nuwa Baca Zainal Abidin Pagar Alam, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Senin (2/11/2026).

Menurut Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Lampung - Ar. Dadang Satyawan keterlibatan IAI dalam kegiatan tersebut sebagai konseptor seberapa pentingnya agar bisa menjaga budaya, khususnya filosofi kayu ara.

"Kalau kita (IAI: red) hanya konseptor dari sudut pandang Budaya, jadi tidak hanya sekedar arsitektur. Kayu ara itu kan adalah suatu konsep budaya Lampung yang bisa diterjemahkan pada suatu bentuk bangunan misalnya" urai Dadang Satyawan, disela kegiatan.

audio-thumbnail
Dadang IAI Lampung
0:00
/198.72

Menurutnya, Kayu Ara yang diambil bukan fisiknya tapi filosofi kehidupannya. Misalnya sebagai tempat berlindung, tempat mencari penghidupan.

"Makanya kita ambil dari situ, Pak Ansori sebagai arsitek sekaligus budayawan yang menggali. Kalau dari segi teknis, kita mengambil maknanya saja, makna dari kayu Ara itu, itu bisa bertransformasi tidak hanya sekedar bentuknya, tapi bisa diterjemahkan kedalam arsitektur bangunan" terang dia lagi.

Sementara di forum yang sama Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah provinsi Lampung Mulyadi Irsan, mengapresiasi Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Lampung menghadirkan pemikiran karya inovasi arsitektur dan instalasi seni kontemporer kayu Ara, yang mengakar arsitektur, ekonomi, dan budaya Lampung, melalui karya dan pemikiran Arsitek Ansori Djausal.

"Ruang seperti ini penting untuk merawat gagasan, membaca kembali perjalanan kita, sekaligus membuka perspektif baru tentang masa depan Lampung" ujar Mulyadi Irsan membacakan sambutan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal.

Mulyadi Irsan menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya bicara tentang arsitektur sebagai bangunan, tetapi tentang bagaimana sebuah daerah membentuk wajahnya, menjaga identitasnya, sekaligus meningkatkan dirinya menghadapi masa depan.

"Saya melihat kayu ara yang menjadi tema utama kegiatan ini, memiliki simbol yang sangat kuat. Bagi saya, ini adalah gambaran yang tepat untuk pembangunan Lampung" kata Mulyadi Irsan menjelaskan.

Lampung, terus Mulyadi Irsan, memiliki warisan budaya dan nilai kehidupan yang tidak boleh hilang tergerus modernisasi arsitek.

"Kita memiliki warisan budaya, arsitektur tradisional, tata ruang, dan nilai kehidupan yang tidak boleh hilang. Ketika pembangunan bergerak semakin cepat, identitas itulah yang harus menjadi kekuatan" pungkasnya.(@Ng).

Berita terkait

Pembangunan Sanitasi Permanen Pascabencana Tapanuli dan Sibolga Dipercepat

Pembangunan Sanitasi Permanen Pascabencana Tapanuli dan Sibolga Dipercepat

Medan —Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara terus mempercepat penanganan permanen infrastruktur sanitasi pascabencana di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Utara. Upaya ini dilakukan untuk memulihkan layanan sanitasi dan meningkatkan kualitas lingkungan di wilayah terdampak bencana. Penanganan permanen infrastruktur sanitasi mencakup di

Nurana Diah Dhayanti
Cegah Bullying dan Kenakalan Remaja, Kapolresta Banyumas Sambangi SMAN 2 Purwokerto

Cegah Bullying dan Kenakalan Remaja, Kapolresta Banyumas Sambangi SMAN 2 Purwokerto

Banyumas-Spektroom : Upaya mencegah kenakalan remaja tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Pembinaan karakter dan kesadaran untuk menaati aturan sejak bangku sekolah juga menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang bertanggung jawab. Pesan tersebut disampaikan Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Dhovan Oktavianton saat menyambangi SMAN 2 Purwokerto melalui program Polisi

Bian Pamungkas
Antisipasi Bencana di Desa Serang Purbalingga Unsoed Pasang Alat Peringatan Dini EWS.

Antisipasi Bencana di Desa Serang Purbalingga Unsoed Pasang Alat Peringatan Dini EWS.

Purbalingga-Spektroom : Pengalaman menghadapi banjir bandang dan tanah longsor pada Januari 2026 mendorong masyarakat Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, meningkatkan kesiap siagaan menghadapi ancaman bencana. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemasangan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) banjir oleh Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Perangkat tersebut dipasang

Bian Pamungkas